Sophie Turner Berambisi Panjang Umur sebagai Lara Croft, Amazon Siapkan Musim Kedua
Baca dalam 60 detik
- Aktris Sophie Turner mengonfirmasi komitmennya memerankan Lara Croft untuk jangka panjang, mengindikasikan Amazon telah memberi lampu hijau untuk musim kedua serial Tomb Raider.
- Turner menyoroti perbedaan karakternya dengan Lara: dirinya yang mudah cemas dan neurotik kontras dengan fokus dan determinasi sang petualang.
- Kesuksesan musim pertama yang akan tayang akhir tahun ini menjadi penentu nasib musim kedua, menandai strategi hati-hati Amazon di tengah persaingan platform streaming.

Aktris Sophie Turner, yang dikenal luas lewat perannya sebagai Sansa Stark di Game of Thrones, mengisyaratkan bahwa petualangannya sebagai Lara Croft di serial Tomb Raider produksi Amazon belum akan berakhir dalam waktu dekat. Dalam wawancara terbaru dengan The Telegraph, Turner mengungkapkan bahwa ia berencana untuk tetap fokus pada proyek ini untuk waktu yang cukup lama, bahkan mengindikasikan bahwa Amazon telah memberikan persetujuan awal untuk musim kedua.
Musim perdana serial yang diadaptasi dari waralaba video game legendaris ini dijadwalkan tayang pada akhir tahun 2024. Meski belum ada pernyataan resmi dari Amazon, pernyataan Turner menimbulkan spekulasi bahwa pihak studio sudah cukup percaya diri dengan kualitas produksi untuk mempersiapkan kelanjutan cerita. Langkah ini mencerminkan strategi Amazon yang kerap memesan musim tambahan lebih awal untuk seri-seri andalan, mirip dengan pendekatan yang diterapkan pada The Lord of the Rings: The Rings of Power.
Dalam wawancara tersebut, Turner juga membeberkan perbandingan menarik antara dirinya dan karakter yang ia perankan. Ia menggambarkan Lara Croft sebagai seorang petualang globetrotter dengan sisi yang "cukup toksik", namun memiliki fokus dan tekad yang luar biasa. Sebaliknya, Turner mengaku memiliki ADHD (gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas) yang membuatnya kerap kesulitan menyelesaikan tugas tanpa terganggu hal lain. "Saya seorang pencemas total dan neurotik, yang jelas tidak dimiliki Lara. Tapi kami berdua terobsesi dengan sejarah," ujarnya.
Bagi penggemar di Indonesia, serial Tomb Raider memiliki tempat khusus mengingat popularitas waralaba ini sejak era 1990-an. Adaptasi live-action sebelumnya, yang dibintangi Angelina Jolie dan Alicia Vikander, juga mendapat sambutan hangat di bioskop Tanah Air. Kehadiran Turner, yang namanya melambung berkat Game of Thrones, diharapkan mampu menarik penonton lintas generasi. Namun, kesuksesan musim pertama tetap menjadi penentu utama apakah petualangan Lara Croft versi Turner akan berlanjut.
Amazon sendiri tengah gencar memperkuat lini konten adaptasi video game setelah sukses dengan Fallout dan The Last of Us (meski yang terakhir diproduksi HBO). Persaingan platform streaming kian ketat, dan Tomb Raider diharapkan menjadi salah satu andalan Amazon untuk merebut pangsa pasar penonton dewasa muda. Pertanyaan besarnya: apakah penonton Indonesia dan global akan menyambut hangat interpretasi baru Lara Croft yang lebih kompleks dan manusiawi ini?



