Piala Dunia 2026: Grup I, Ujian Berat Prancis dan Kembalinya Irak
Baca dalam 60 detik
- Prancis, Senegal, Irak, dan Norwegia tergabung di Grup I Piala Dunia 2026, dengan Prancis sebagai unggulan utama.
- Irak kembali ke panggung Piala Dunia setelah 40 tahun, sementara Norwegia mengandalkan Erling Haaland yang mencetak 16 gol di kualifikasi Eropa.
- Pertandingan pembuka antara Prancis dan Senegal akan mengulang kenangan Piala Dunia 2002, dengan Les Bleus berambisi membalikkan hasil buruk saat itu.
Prancis, juara dunia dua kali, akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Senegal dalam laga pembuka Grup I. Pertemuan ini membangkitkan memori pahit bagi Les Bleus, yang pada Piala Dunia 2002 kalah 0-1 dari Senegal di laga pertama. Namun, kali ini skuad asuhan Didier Deschamps bertekad menuai hasil berbeda.
Grup I juga dihuni oleh Norwegia yang diperkuat Erling Haaland, pencetak 16 gol di kualifikasi Eropa, serta Irak yang akhirnya kembali ke panggung dunia setelah absen selama 40 tahun. Kombinasi tim-tim ini menjanjikan persaingan sengit, dengan Prancis tetap menjadi favorit utama untuk lolos sebagai juara grup.
Prancis melaju ke putaran final tanpa terkalahkan di Grup F kualifikasi UEFA, memastikan tiket setelah menang 4-0 atas Ukraina pada 13 November. Ini menjadi penampilan kedelapan berturut-turut mereka di Piala Dunia, sejak gagal lolos pada 1994. Sementara itu, Senegal juga tak terkalahkan di kualifikasi Afrika, memuncaki Grup B dengan kemenangan 4-0 atas Mauritania pada 14 Oktober.
Irak menjadi cerita menarik setelah melewati jalan berliku. Gagal lolos langsung dari AFC, mereka harus melalui play-off antarbenua. Kemenangan 2-1 atas Bolivia di final FIFA Play-Off Tournament di Monterrey, berkat gol Ali Al-Hamadi dan Aymen Hussein, mengantarkan mereka ke Amerika Utara. Ini menjadi momen emas bagi sepak bola Irak yang telah lama menanti.
Norwegia, yang hanya tiga kali tampil di Piala Dunia, datang dengan modal impresif. Mereka menjadi satu dari empat tim Eropa yang lolos dengan rekor sempurna, termasuk kemenangan telak 11-1 atas Moldova dan kemenangan 4-1 di San Siro atas Italia. Haaland, yang mendominasi lini depan, menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan.
Bagi Indonesia, kehadiran Irak di Grup I menjadi perhatian tersendiri. Timnas Indonesia sempat menjadi lawan Irak di kualifikasi Piala Dunia 2026, dan meski kalah 0-1, pertemuan itu menunjukkan perkembangan sepak bola Indonesia. Laga Irak melawan Prancis, Senegal, dan Norwegia bisa menjadi tolok ukur seberapa jauh sepak bola Asia Tengah berkembang.
Jalur knockout Grup I juga menarik. Juara grup akan menghadapi tim peringkat ketiga dari Grup C, D, F, G, atau H di New York. Sementara runner-up akan bertemu runner-up Grup E di Dallas. Jika peringkat ketiga Grup I lolos, mereka berpotensi meladeni juara Grup A, B, D, G, K, atau L. Dengan persaingan ketat di grup ini, setiap hasil akan menentukan langkah selanjutnya.
Pertanyaan besarnya: mampukah Prancis mempertahankan dominasi, atau justru kejutan dari Senegal, Norwegia, atau Irak akan terjadi? Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung pembuktian bagi semua tim di Grup I.



