Empat Bintang PSG Jadi Andalan Portugal di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Empat pemain Portugal dari PSG sukses meraih gelar juara Liga Champions UEFA dua musim beruntun.
- Keempatnya diproyeksikan menjadi tulang punggung timnas Portugal dalam perburuan gelar perdana Piala Dunia 2026.
- PSG kini menjadi klub penyumbang pemain terbanyak untuk skuad Portugal, mengungguli klub-klub tradisional seperti Benfica dan Porto.
Empat pemain asal Portugal yang membela Paris Saint-Germain (PSG) baru saja mengukir sejarah dengan memenangkan gelar Liga Champions UEFA untuk kedua kalinya secara beruntun. Keberhasilan ini tidak hanya memperkuat dominasi PSG di Eropa, tetapi juga menjadi modal berharga bagi timnas Portugal yang tengah mempersiapkan diri menuju Piala Dunia 2026.
Nuno Mendes, Joao Neves, Goncalo Ramos, dan Vitinha menjadi pilar penting dalam skuad asuhan Luis Enrique. Dalam partai final melawan Arsenal di Budapest, tiga di antaranya—Mendes, Neves, dan Vitinha—turun sebagai starter. Meski laga berakhir imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu, PSG akhirnya menang melalui adu penalti. Ramos yang masuk sebagai pemain pengganti sukses mengeksekusi penalti pertama dengan tenang, sementara Vitinha dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan meski tidak ikut serta dalam adu penalti.
Gelar ini menegaskan pergeseran strategi PSG di bawah arahan direktur olahraga asal Portugal, Luis Campos. Sejak bergabung pada 2022, Campos mengubah haluan klub dari mengandalkan bintang-bintang senior seperti Sergio Ramos, Neymar, dan Lionel Messi, menjadi fokus pada talenta muda yang sedang naik daun. Hasilnya, PSG kini memiliki inti pemain Portugal yang tidak hanya menjadi starter tetap, tetapi juga figur kunci dalam skema taktik Enrique.
Menariknya, PSG kini menjadi klub dengan kontribusi pemain terbanyak untuk skuad Portugal, melampaui klub-klub raksasa domestik seperti Benfica, Porto, dan Sporting. Nuno Mendes, yang bergabung pada 2021, adalah yang paling lama membela PSG di antara keempatnya. Vitinha menyusul pada 2022, Ramos pada 2023, dan Joao Neves pada 2024. Keempatnya telah membuktikan kualitas di level tertinggi Eropa.
Bagi Portugal, kehadiran keempat pemain ini menjadi suntikan kepercayaan diri menjelang Piala Dunia 2026. Mereka akan bergabung dengan skuad asuhan Roberto Martinez yang sudah dihuni nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo, Ruben Dias, Bruno Fernandes, dan Bernardo Silva. Portugal sendiri belum pernah merasakan gelar juara dunia, dan ambisi untuk mengubah sejarah itu kini semakin nyata.
Sebelum berlaga di Piala Dunia, Portugal dijadwalkan menjalani dua laga uji coba: menjamu Chile pada 6 Juni di Oeiras, dan melawan Nigeria di Leiria empat hari kemudian. Laga-laga ini akan menjadi ajang untuk mematangkan strategi dan mengintegrasikan para pemain yang baru saja meraih kesuksesan di level klub.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, dominasi pemain Portugal di PSG ini bisa menjadi tontonan menarik. Banyak dari mereka yang masih muda dan memiliki potensi besar untuk bersinar di Piala Dunia 2026. Pertanyaannya, mampukah Roberto Martinez meramu talenta-talenta emas ini menjadi tim yang solid untuk merebut trofi pertama bagi Portugal? Atau justru tekanan sebagai unggulan akan menjadi batu sandungan?
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)
