Nico Schlotterbeck: Tembok Baja Dortmund yang Siap Bela Jerman di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Bek tengah Borussia Dortmund, Nico Schlotterbeck, pulih dari cedera dan menjadi andalan utama lini pertahanan timnas Jerman di Piala Dunia 2026.
- Catatan impresifnya musim ini: hanya kebobolan 34 gol di Bundesliga (terbaik liga), lima gol pribadi, dan akurasi umpan 88,5 persen.
- Pelatih Julian Nagelsmann memuji kemampuan build-up dan mental juang Schlotterbeck, yang dinilai sebagai pelengkap sempurna duet bersama Jonathan Tah.

Nico Schlotterbeck, bek tangguh Borussia Dortmund, kembali ke performa terbaiknya setelah melewati masa cedera dan diproyeksikan menjadi pilar utama lini belakang timnas Jerman pada Piala Dunia 2026 yang akan digelar musim panas ini.
Sepanjang musim 2025/26, Schlotterbeck menjadi fondasi kokoh di jantung pertahanan Dortmund. Di bawah asuhan Niko Kovač, tim hanya kebobolan 34 gol di Bundesliga—rekor pertahanan terbaik liga—dan finis sebagai runner-up di belakang Bayern München. Pemain berusia 26 tahun itu tampil dalam 11 dari 15 laga clean sheet Dortmund, serta mencetak lima gol, jumlah terbanyak dalam kariernya. Hanya Waldemar Anton (298) yang memenangi lebih banyak duel daripada Schlotterbeck (293) di skuad Dortmund musim ini.
Perannya tak hanya sebagai penghalau bola. Schlotterbeck juga sering dipercaya menjadi kapten saat Emre Can absen, menunjukkan kedewasaan dan kepemimpinan di lapangan. Kemampuannya memulai serangan dari belakang dengan umpan jarak jauh dan terobosan menjadi senjata tambahan bagi Jerman. Dengan tingkat penguasaan bola yang jarang hilang (hanya 11,5% umpan gagal), ia menjadi jembatan antara pertahanan dan lini tengah.
Di timnas Jerman, Schlotterbeck telah mengoleksi 25 caps sejak debut pada Maret 2022. Ia kini menjadi kandidat utama untuk berduet dengan Jonathan Tah (Bayern München) di lini belakang arahan Julian Nagelsmann. Kehadirannya sebagai bek kidal memberikan keseimbangan taktis yang selama ini dicari pelatih. “Dia menawarkan build-up play yang sangat baik dan memiliki mentalitas pemenang. Akhirnya kami punya pemain bertahan berkaki kiri, itu sangat membantu,” ujar Nagelsmann.
Pelatih Dortmund, Niko Kovač, juga memuji dedikasi Schlotterbeck. “Dia sangat dihargai, baik di dalam tim maupun oleh para penggemar. Tidak mudah membuat diri Anda populer di kalangan fans saat ini, tetapi dia berhasil melakukannya melalui cara bermainnya. Di Lembah Ruhr, Anda butuh emosi dan agresivitas. Dia memilikinya,” kata Kovač.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Schlotterbeck menjadi contoh bagaimana seorang pemain bangkit dari cedera dan menjadi andalan di klub serta negara. Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung pembuktian apakah ia mampu mentransfer performa gemilangnya di Dortmund ke level internasional. Dengan Jerman yang tengah membangun kembali reputasi setelah kegagalan di turnamen sebelumnya, duet Schlotterbeck-Tah bisa menjadi kunci untuk kembali ke puncak.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)
