Skotlandia Akhirnya ke Piala Dunia Setelah 27 Tahun, Bekal Pengalaman Turnamen Jadi Andalan
Baca dalam 60 detik
- Skotlandia memulai perjalanan ke Piala Dunia 2026, menjadi partisipasi pertama sejak 1998, dengan skuad berangkat ke Florida untuk pemusatan latihan.
- Pelatih Steve Clarke menargetkan lolos ke fase gugur, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih tim Skotlandia sebelumnya dalam sejarah Piala Dunia.
- Kapten Andy Robertson memimpin rombongan, namun tim harus kehilangan gelandang Napoli Billy Gilmour karena cedera, digantikan pemain muda Manchester United Tyler Fletcher.

Setelah menanti selama 27 tahun, Skotlandia akhirnya menginjakkan kaki di panggung Piala Dunia. Skuad asuhan Steve Clarke terbang menuju Florida, Amerika Serikat, pada Minggu pagi waktu setempat untuk memulai pemusatan latihan sebelum turnamen bergengsi itu digelar. Ini menjadi momen bersejarah bagi negara yang terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 1998 di Prancis.
โIni adalah turnamen ketiga bagi kelompok pemain ini, dan kami ingin menjadi tim Skotlandia pertama yang mencapai fase gugur,โ ujar Clarke di Bandara Glasgow. Ia menambahkan harapannya agar pengalaman turnamen yang dimiliki para pemain bisa menjadi modal untuk menciptakan musim panas yang tak terlupakan. Target tersebut bukan sekadar ambisi kosong; mengingat skuad Skotlandia saat ini telah melalui dua turnamen besar sebelumnya, yakni Piala Eropa 2020 dan 2024.
Namun, perjalanan Skotlandia tidak sepenuhnya mulus. Mereka harus kehilangan gelandang andalan Billy Gilmour yang mengalami cedera lutut dalam laga uji coba melawan Curacao, Sabtu lalu. Cedera itu terjadi di Hampden Park, stadion kebanggaan Skotlandia, dan memaksa Gilmour absen dari skuad yang berangkat ke Amerika Serikat. โSemua orang hancur untuk Billy,โ kata Clarke. โSungguh memilukan ketika hal seperti ini terjadi kapan pun selama kampanye, tetapi terjadi di laga perpisahan benar-benar berat.โ
Sebagai pengganti, pelatih Clarke memanggil Tyler Fletcher, gelandang muda Manchester United yang baru berusia 19 tahun. Fletcher, yang belum pernah menjadi starter untuk tim utama Setan Merah, menjadi kejutan dalam skuad akhir. Keputusan ini menunjukkan keberanian Clarke dalam memberikan kesempatan kepada talenta muda di tengah tekanan turnamen besar. Meski minim pengalaman, Fletcher diharapkan bisa memberikan energi baru di lini tengah Skotlandia.
Kapten tim, Andy Robertson, memimpin rombongan pemain meninggalkan hotel di pusat kota Glasgow menuju bandara. Sorak-sorai penggemar mengiringi kepergian mereka, dengan beberapa pemain seperti John McGinn yang memberikan acungan jempuk kepada para pendukung. McGinn, yang telah mengoleksi 20 gol untuk timnas, menjadi salah satu pemain yang paling dinantikan aksinya di Amerika Serikat. Sementara itu, pemain sayap muda Findlay Curtis dan Ben Gannon-Doak terlihat menyempatkan diri minum sebelum naik pesawat, menunjukkan suasana santai namun penuh semangat.
Bagi Indonesia, perjalanan Skotlandia ini bisa menjadi inspirasi bagi tim nasional yang juga tengah berjuang untuk tampil di Piala Dunia. Pengalaman Skotlandia yang berhasil bangkit setelah nyaris tiga dekade absen menunjukkan pentingnya konsistensi pembinaan pemain dan keberanian memberikan kesempatan kepada talenta muda. Selain itu, cedera yang menimpa Gilmour mengingatkan betapa rentannya persiapan tim terhadap faktor non-teknis, sehingga manajemen risiko pemain menjadi krusial.
Dengan skuad yang mayoritas telah berpengalaman di turnamen besar, Skotlandia optimistis bisa melampaui pencapaian sebelumnya. Pertanyaannya, mampukah mereka memanfaatkan momen ini untuk menulis sejarah baru? Atau justru tekanan sebagai debutan setelah sekian lama akan menjadi batu sandungan? Jawabannya akan terungkap di lapangan hijau Amerika Serikat dalam beberapa pekan ke depan.



