BNI Genjot Merchant Aktif QRIS, Wondr Jadi Andalan Baru
Baca dalam 60 detik
- BNI mengincar pertumbuhan merchant QRIS aktif melalui pendampingan langsung dan program loyalitas.
- Super-app Wondr dikembangkan sebagai pusat layanan digital untuk mempermudah transaksi nasabah dan merchant.
- Langkah ini sejalan dengan target Bank Indonesia yang ambisius pada 2026: 60 juta pengguna dan 45 juta merchant QRIS.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memperkuat posisinya di ekosistem pembayaran digital dengan menyiapkan strategi khusus untuk mendorong merchant QRIS agar lebih aktif bertransaksi. Langkah ini menjadi krusial mengingat target Bank Indonesia yang menetapkan 60 juta pengguna dan 45 juta merchant QRIS pada 2026, dengan volume transaksi mencapai 17 miliar.
Direktur Consumer Banking BNI, Corina Leyla Karnalies, mengungkapkan bahwa perseroan tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah merchant, tetapi juga pada peningkatan frekuensi transaksi. "Kami melakukan pendampingan dan kunjungan langsung ke merchant, memberikan program khusus, serta berkolaborasi dengan ekosistem seperti sekolah, rumah sakit, dan UMKM," ujarnya dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Selasa (26/5).
Strategi ini lahir dari kebutuhan untuk mengubah merchant pasif menjadi aktif. BNI melihat bahwa banyak merchant yang sudah terdaftar QRIS belum memanfaatkannya secara optimal. Oleh karena itu, pendekatan personal dan insentif menjadi kunci untuk mendorong adopsi transaksi nontunai di segmen usaha kecil dan menengah.
Selain itu, BNI juga memanfaatkan momen libur panjang dan hari raya untuk meningkatkan transaksi harian QRIS. Momentum seperti Lebaran, Natal, dan long weekend menjadi ajang promosi dan edukasi kepada masyarakat agar beralih ke pembayaran digital. Menurut Corina, pola konsumsi masyarakat yang meningkat saat liburan dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kemudahan QRIS.
Di sisi lain, BNI terus mengembangkan super-app Wondr sebagai pusat layanan digital. Aplikasi ini tidak hanya melayani nasabah individu, tetapi juga merchant melalui fitur BNI Wondr Merchant. "Kami menambahkan dan mengembangkan fitur untuk meningkatkan user experience, sehingga digitalisasi menjadi solusi bagi seluruh aktivitas nasabah," jelas Corina. Integrasi antara Wondr, BNIDirect, dan QRIS diharapkan menciptakan ekosistem pembayaran yang seamless.
Bagi Indonesia, percepatan adopsi QRIS oleh bank-bank besar seperti BNI memiliki dampak luas. Selain mendukung target inklusi keuangan nasional, langkah ini juga memperkuat infrastruktur pembayaran ritel yang menjadi tulang punggung ekonomi digital. Dengan semakin banyaknya merchant aktif, masyarakat akan lebih mudah bertransaksi nontunai di berbagai tempat, dari pedagang kaki lima hingga rumah sakit.
Ke depan, tantangan BNI bukan hanya mengejar kuantitas, tetapi juga memastikan kualitas layanan dan keamanan transaksi. Persaingan antar bank dalam merebut pangsa pasar QRIS semakin ketat, dan inovasi fitur seperti Wondr Merchant menjadi pembeda. Pertanyaannya, mampukah BNI mengubah kebiasaan merchant dan konsumen yang masih nyaman dengan uang tunai?