Donnarumma Buka Suara: Kegagalan Piala Dunia 2026 Lebih Pedih dari Sebelumnya
Baca dalam 60 detik
- Kapten Italia Gianluigi Donnarumma mengaku trauma berat usai gagal lolos ke Piala Dunia 2026, bahkan tak bisa berlatih selama tiga hari.
- Kehilangan pelatih Gennaro Gattuso, direktur teknik Gianluigi Buffon, dan presiden Gabriele Gravina menjadi pukulan paling menyakitkan baginya.
- Donnarumma menjadi satu-satunya pemain reguler yang menyatakan diri tersedia untuk laga uji coba melawan Luksemburg dan Yunani, menegaskan komitmennya membangun kembali tim.

Gianluigi Donnarumma, kiper andalan Timnas Italia, mengakui bahwa kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 merupakan pukulan paling berat sepanjang kariernya. Kapten berusia 27 tahun itu bahkan mengaku tidak mampu berlatih selama dua hingga tiga hari setelah kekalahan dramatis dari Bosnia dan Herzegovina di final play-off Maret lalu. Baginya, yang paling menyakitkan bukan sekadar gagal ke putaran final, melainkan kepergian tiga figur kunci: pelatih Gennaro Gattuso, direktur teknik Gianluigi Buffon, dan presiden federasi Gabriele Gravina.
Donnarumma kini kembali memperkuat skuad Italia yang tengah menjalani masa transisi di bawah pelatih interim Silvio Baldini. Skuad yang dibawa Baldini didominasi pemain muda dari tim U-21, dengan hanya empat pemain yang pernah tampil di level senior. Donnarumma menjadi figur paling senior di antara 24 pemain yang dipanggil. Dalam sesi jumpa pers di Coverciano, ia mengaku terkesan dengan semangat para pemain muda dalam latihan perdana, namun luka akibat kegagalan itu masih terbuka.
โDunia seperti runtuh setelah penalti terakhir itu. Ini lebih menyakitkan dari kegagalan sebelumnya,โ ujar Donnarumma, seperti dikutip TMW. Ia menambahkan bahwa tim yang dibangun Gattuso, Buffon, dan Gravina memiliki semangat luar biasa untuk membawa Italia kembali ke Piala Dunia. Kepergian mereka bertiga menjadi pukulan emosional yang sulit dilupakan.
Menariknya, Baldini mengonfirmasi bahwa Donnarumma adalah satu-satunya pemain inti yang menghubunginya dan menyatakan kesediaan bermain di laga uji coba melawan Luksemburg (3 Juni) dan Yunani (7 Juni). Donnarumma menegaskan bahwa sebagai kapten, ia merasa wajib memberikan contoh. โSaya di sini untuk membantu dan menunjukkan bahwa jersey Azzurri terlalu berharga untuk ditolak,โ katanya. Ia juga memuji semangat rekan-rekan mudanya dan yakin mereka memiliki masa depan cerah.
Di luar persoalan tim nasional, Donnarumma juga berbicara tentang hubungannya dengan Pep Guardiola yang akan meninggalkan Manchester City. Ia mengaku tidak membahas kemungkinan Guardiola melatih Italia karena keputusan tersebut ada di tangan presiden federasi yang baru. โSiapa pun yang datang nanti harus memberikan segalanya untuk jersey Azzurri,โ tegasnya.
Kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi tamparan keras bagi sepak bola Negeri Pizza. Donnarumma dan para pemain muda diharapkan bisa membangun kembali fondasi tim. Pertanyaannya, akankah regenerasi ini cukup cepat untuk mengembalikan kejayaan Italia di pentas internasional?



