The Corrs Kembali ke Studio: Album Baru Setelah 8 Tahun Vakum
Baca dalam 60 detik
- Grup musik asal Irlandia, The Corrs, tengah menggarap album baru yang menjadi rilisan pertama mereka sejak 2017.
- Proses rekaman berjalan di luar dugaan; Caroline Corr mengaku awalnya hanya direncanakan sebagai proyek kecil namun berkembang menjadi album penuh.
- Penghargaan Civic Reception dari Louth County Council menandai pengakuan atas kontribusi mereka terhadap industri musik global.

Setelah delapan tahun tanpa album baru, The Corrs akhirnya kembali ke dapur rekaman. Grup yang telah menjual lebih dari 40 juta kopi album di seluruh dunia ini mengonfirmasi bahwa mereka tengah mengerjakan materi segar untuk rilisan berikutnya. Kabar ini disampaikan Caroline Corr, personel sekaligus drumer band, dalam sebuah wawancara usai menerima penghargaan dari pemerintah daerah setempat.
Album terakhir The Corrs, Jupiter Calling, dirilis pada 2017. Sejak saat itu, para personel—yang merupakan saudara kandung—sibuk dengan proyek masing-masing. Namun, Caroline mengungkapkan bahwa proses kreatif kali ini terasa spontan dan penuh kejutan. "Kami tidak menyangka bisa kembali merekam bersama. Setiap kali masuk studio, kami pikir hanya akan mengerjakan beberapa lagu, tapi akhirnya berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar," ujarnya.
Menurut Caroline, keputusan untuk terus melanjutkan proyek ini diambil secara kolektif. "Kami memutuskan untuk terus berjalan dan berharap bisa menyelesaikannya suatu saat nanti. Rasanya luar biasa bisa kembali menulis dan bermain bersama," tambahnya. Pernyataan ini menepis kekhawatiran penggemar yang sempat mengira grup yang dibentuk pada 1990-an itu mungkin tidak akan merilis materi baru lagi.
Kabar ini muncul bersamaan dengan penghargaan yang diterima The Corrs dari Louth County Council di Dundalk, Irlandia. Penghargaan Civic Reception diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi mereka terhadap industri musik dan warisan budaya. Dalam sambutannya, Caroline menyebut penghargaan itu sebagai momen yang tak terlupakan. "Kami tidak pernah membayangkan akan dihormati seperti ini di tempat yang penuh semangat komunitas dan sejarah bersama. Ini adalah momen yang akan kami kenang seumur hidup," katanya.
David Conway, CEO Louth County Council, memuji perjalanan karier The Corrs. "Dari awal mereka di Dundalk hingga meraih kesuksesan global, mereka telah membangun karier luar biasa yang ditandai dengan keunggulan musik, kreativitas, dan daya tarik yang abadi," ujarnya. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa The Corrs tidak hanya populer di kalangan penggemar, tetapi juga dihormati di tanah kelahiran mereka.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini tentu menjadi angin segar. The Corrs memiliki basis penggemar yang cukup besar di Tanah Air, terutama berkat lagu-lagu seperti Breathless, So Young, dan Runaway. Meski belum ada kepastian jadwal rilis, antusiasme sudah terlihat di media sosial. Banyak yang berharap album baru ini bisa membawa kembali nuansa musik folk-pop khas Irlandia yang sempat menjadi ciri khas mereka.
Ke depan, tantangan terbesar The Corrs adalah mempertahankan relevansi di tengah industri musik yang didominasi oleh genre pop dan hip-hop. Namun, dengan basis penggemar setia dan pengalaman puluhan tahun, bukan tidak mungkin album baru ini akan mendapat sambutan hangat. Pertanyaannya, akankah The Corrs mampu mengulang kesuksesan seperti era 1990-an dan 2000-an? Hanya waktu yang bisa menjawab.