F1 25 Tak Hadirkan Game Baru, EA Sports Pilih Rilis DLC Musim 2026 dengan Dukungan PSSR di PS5 Pro
Baca dalam 60 detik
- EA Sports memutuskan tidak merilis game F1 tahunan baru, melainkan paket konten berbayar untuk F1 25 yang mencakup pembaruan musim 2026.
- DLC '2026 Season Pack' yang rilis 3 Juni akan menghadirkan dukungan PSSR terbaru di PS5 Pro, menjanjikan kualitas gambar lebih tajam dan ray-tracing 60 fps.
- Keputusan ini menandai perubahan strategi di industri game balap, memicu diskusi tentang model bisnis konten versus rilis tahunan.

EA Sports mengubah pendekatan tahunannya untuk seri game Formula 1. Alih-alih meluncurkan judul baru seperti kebiasaan sebelumnya, pengembang memilih merilis paket konten tambahan (DLC) bertajuk '2026 Season Pack' untuk F1 25 yang sudah beredar. Langkah ini diumumkan bersamaan dengan konfirmasi dukungan teknologi PSSR (PlayStation Spectral Super Resolution) versi terbaru di konsol PS5 Pro, yang akan tersedia mulai 3 Juni mendatang.
Dalam wawancara dengan PlayStation Blog, Mark Roberts dari EA Sports mengungkapkan bahwa pembaruan ini tidak hanya membawa konten musim balap 2026, tetapi juga peningkatan grafis signifikan. PSSR, teknologi upscaling berbasis AI milik Sony, akan dioptimalkan untuk memberikan ketajaman gambar lebih tinggi tanpa mengorbankan performa. Bagi pemilik PS5 Pro, ini berarti pengalaman visual yang mendekati kualitas native 4K dengan frame rate stabil.
F1 25 sendiri akan menawarkan tiga mode tampilan. Mode Kualitas menghadirkan ray tracing, pencahayaan global difus dinamis, dan iluminasi global ray-traced pada 60 frame per detik. Mode Performa memungkinkan gameplay berjalan di 120 Hz pada layar yang mendukung. Sementara itu, mode ketiga membuka opsi resolusi 8K untuk televisi yang kompatibel. Kombinasi ini menjadikan F1 25 sebagai salah satu game balap paling canggih secara teknis di konsol saat ini.
Keputusan EA Sports untuk tidak merilis game F1 tahunan baru menuai respons beragam. Di satu sisi, model DLC dinilai lebih ramah kantong karena pemain cukup membeli konten tambahan dengan harga lebih murah. Di sisi lain, sebagian komunitas gamer kecewa karena tidak ada peningkatan fundamental pada gameplay atau fitur baru yang signifikan. Langkah ini juga mencerminkan tren industri yang mulai beralih dari siklus rilis tahunan ke model 'games as a service' dengan pembaruan konten berkala.
Bagi gamer Indonesia, berita ini memiliki implikasi tersendiri. Meskipun PS5 Pro belum resmi beredar di Tanah Air, banyak pemain yang mengimpor konsol tersebut. Dukungan PSSR dan mode 8K mungkin belum relevan secara luas karena keterbatasan akses TV 8K, namun peningkatan performa 120 Hz bisa dimanfaatkan oleh pemilik monitor gaming. Harga DLC yang lebih murah dibandingkan game baru juga menjadi kabar baik di tengah daya beli yang terbatas. Namun, ketergantungan pada koneksi internet untuk mengunduh paket konten besar bisa menjadi kendala di daerah dengan infrastruktur digital belum merata.
Ke depan, keberhasilan model DLC ini akan menjadi ujian bagi EA Sports. Apakah pemain akan tetap setia membeli konten tambahan setiap musim, atau justru menuntut kembalinya rilis game tahunan dengan inovasi lebih besar? Pertanyaan ini hanya akan terjawab setelah angka penjualan '2026 Season Pack' terungkap. Yang jelas, industri game balap tengah memasuki era baru, di mana kualitas visual dan frekuensi konten menjadi medan persaingan utama.



