Penang Gratiskan Feri Dua Hari Sambut Waisak dan HUT Raja Malaysia
Baca dalam 60 detik
- Komisi Pelabuhan Penang menggratiskan layanan feri pada 31 Mei dan 1 Juni 2026 untuk merayakan Hari Waisak dan ulang tahun resmi Yang di-Pertuan Agong.
- Tahun lalu, lebih dari 9.300 penumpang kaki dan pengendara roda dua memanfaatkan layanan serupa saat Waisak, menunjukkan tingginya minat publik.
- Insentif ini diharapkan mengurangi kemacetan di Pulau Pinang serta meringankan beban biaya transportasi masyarakat selama momen libur keagamaan dan kenegaraan.

Komisi Pelabuhan Penang (SPPP) memberikan layanan feri gratis selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada 31 Mei dan 1 Juni 2026, bagi seluruh warga Malaysia dalam rangka perayaan Hari Waisak dan ulang tahun resmi Yang di-Pertuan Agong. Kebijakan ini berlaku untuk perjalanan pulang-pergi antara Terminal Sultan Abdul Halim dan Terminal Raja Tun Uda di George Town.
Ketua SPPP, Datuk Yeoh Soon Hin, menyatakan bahwa inisiatif tersebut merupakan wujud komitmen berkelanjutan lembaganya bersama Penang Port Sdn Bhd (PPSB) dalam memfasilitasi mobilitas masyarakat, khususnya pada masa-masa perayaan. โKami ingin mengurangi kepadatan lalu lintas dan mendorong penggunaan transportasi umum yang lebih ramah lingkungan dan efisien,โ ujarnya dalam pernyataan resmi, Sabtu (30/5).
Data SPPP menunjukkan bahwa pada perayaan Waisak tahun lalu, sebanyak 7.127 pejalan kaki dan 2.221 pengendara sepeda motor memanfaatkan layanan feri gratis untuk perjalanan pulang-pergi. Angka ini menjadi bagian dari total pengguna feri sepanjang 2025 yang mencapai 2.347.066 pejalan kaki dan 784.065 pengendara roda dua. Lonjakan penumpang pada momen liburan menunjukkan bahwa moda transportasi laut ini tetap menjadi andalan warga Penang dan sekitarnya.
Bagi masyarakat Indonesia yang tinggal atau sedang berkunjung ke Malaysia, kebijakan ini bisa menjadi alternatif transportasi murah saat libur panjang. Meski tidak ada korelasi langsung dengan Indonesia, pola pemberian insentif transportasi umum saat hari besar keagamaan kerap diterapkan di beberapa daerah di Tanah Air, seperti mudik gratis atau diskon tiket kereta api. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan serupa dapat diadopsi untuk mengurangi kemacetan dan beban biaya masyarakat.
Yeoh menambahkan bahwa SPPP dan PPSB terus berupaya menjaga kelancaran operasional feri dengan mengutamakan kenyamanan, keselamatan, dan kepuasan pelanggan. โKami berharap inisiatif ini dapat meringankan beban finansial masyarakat sekaligus memberi kesempatan bagi publik untuk merayakan dua momen istimewa ini dengan lebih bermakna,โ tuturnya.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah program serupa akan diperluas ke hari-hari besar lainnya, seperti Idulfitri atau Deepavali, dan apakah kapasitas feri mampu menampung lonjakan penumpang yang diperkirakan meningkat signifikan. Dengan tren positif tahun lalu, SPPP tampaknya perlu menyiapkan langkah antisipatif agar layanan gratis tidak justru menimbulkan antrean panjang dan ketidaknyamanan.