BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Kota Besar, Gelombang Tinggi Ancam Pelayaran
Baca dalam 60 detik
- BMKG memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang di enam kota besar pada 1 Juni 2026, dipicu oleh daerah konvergensi panjang.
- Wilayah Serang, Bandung, Banjarmasin, Ternate, Ambon, dan Nabire masuk kategori risiko tinggi, sementara 16 kota lain berpotensi hujan ringan hingga sedang.
- Gelombang laut setinggi empat meter diperkirakan terjadi hingga 2 Juni 2026, mengancam keselamatan pelayaran dan aktivitas nelayan di sejumlah perairan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3938374/original/017867600_1645165607-20220218-Waspada_Cuaca_Ekstrem_di_Jakarta-5.jpg)
Badang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Senin, 1 Juni 2026. Fenomena ini dipicu oleh daerah konvergensi yang memanjang dari Laut Natuna Utara hingga Samudra Pasifik utara Papua Nugini, serta melintasi beberapa wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua.
Prakirawan BMKG W Annisa L menjelaskan bahwa kondisi konvergensi dan konfluensi tersebut meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan. "Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Senin. Akibatnya, enam kota besar diprakirakan mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, yakni Serang, Bandung, Banjarmasin, Ternate, Ambon, dan Nabire.
Sementara itu, 16 kota besar lainnya diperkirakan hanya akan diguyur hujan ringan hingga sedang, meliputi Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya, Mamuju, Palu, Gorontalo, Manado, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke. Adapun kota-kota seperti Pekanbaru, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, dan Kendari diprediksi hanya berawan tanpa hujan signifikan.
Selain potensi hujan, BMKG juga mengingatkan ancaman gelombang tinggi di perairan Indonesia. Direktur Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo menyatakan bahwa gelombang setinggi hingga empat meter berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada periode 30 Mei hingga 2 Juni 2026. Kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal-kapal kecil dan nelayan tradisional. "Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," tegas Eko.
BMKG mengimbau seluruh operator transportasi laut, nakhoda, dan nelayan untuk memperhatikan ambang batas aman operasional kapal serta selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat. Imbauan ini menjadi krusial mengingat aktivitas pelayaran dan perikanan masih menjadi tulang punggung ekonomi di banyak daerah pesisir Indonesia. Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai petir.
Dengan pola cuaca yang masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer regional, apakah peringatan dini ini cukup diantisipasi oleh pemerintah daerah dan masyarakat? Kewaspadaan ekstra diperlukan mengingat potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang kerap menyertai hujan lebat di Indonesia.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6493867/original/025420800_1779351314-unnamed__6_.jpg)

