Kebakaran Kemayoran: 250 Rumah Hangus, 679 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran hebat melanda permukiman padat di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, menghanguskan 250 rumah dan membuat 679 jiwa kehilangan tempat tinggal.
- Peristiwa yang terjadi pada Senin malam itu menimpa 354 kepala keluarga, dengan warga masih berupaya menyelamatkan barang berharga dari puing-puing.
- Pemerintah daerah dan BPBD Jakarta masih melakukan pendataan serta menyiapkan lokasi pengungsian darurat bagi para korban.

Kebakaran besar melanda permukiman padat penduduk di Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6) malam, menghanguskan 250 rumah dan menyebabkan 679 jiwa dari 354 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.
Api mulai berkobar sekitar pukul 21.00 WIB dan dengan cepat menjalar ke rumah-rumah kayu semipermanen yang berdiri rapat. Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta mengerahkan 20 unit mobil pemadam dan berhasil memadamkan api setelah berjibaku selama lebih dari tiga jam. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran, namun dugaan sementara adalah korsleting listrik.
Warga yang selamat kini mengungsi di tenda-tenda darurat yang didirikan di lapangan dekat lokasi. Mereka berusaha menyelamatkan barang-barang berharga yang tersisa dari puing-puing rumah yang hangus. "Kami hanya bisa menyelamatkan dokumen penting dan pakaian seadanya. Sisanya ludes terbakar," ujar seorang warga, Selasa (2/6).
Pemerintah Kota Jakarta Pusat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mendirikan posko pengungsian di tiga titik: di halaman kantor kelurahan, masjid terdekat, dan lapangan serbaguna. Bantuan logistik berupa makanan, air bersih, selimut, dan pakaian mulai berdatangan dari berbagai pihak, termasuk dari organisasi kemanusiaan dan warga sekitar.
Kebakaran di Kemayoran menjadi pengingat akan kerentanan permukiman padat di Jakarta terhadap bencana kebakaran. Data Dinas Penanggulangan Kebakaran DKI Jakarta mencatat sepanjang tahun 2025 terjadi lebih dari 700 kasus kebakaran di ibu kota, dengan mayoritas disebabkan oleh korsleting listrik dan kelalaian penggunaan gas. Peristiwa ini kembali menyoroti perlunya penataan kawasan kumuh dan peningkatan kesadaran warga akan keselamatan kebakaran.
Wali Kota Jakarta Pusat, yang meninjau lokasi pada Selasa pagi, menyatakan akan mengupayakan relokasi sementara bagi para korban ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) milik pemerintah. "Kami sedang mendata jumlah warga yang benar-benar membutuhkan tempat tinggal sementara. Prosesnya akan dipercepat," katanya. Namun, belum ada kepastian kapan relokasi dapat dilakukan.
Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, tantangan ke depan tidak hanya soal tempat bernaung, tetapi juga pemulihan mata pencaharian. Banyak di antara mereka yang bekerja sebagai buruh harian atau pedagang kecil, yang kini kehilangan alat kerja dan modal usaha. Pertanyaan yang mengemuka: seberapa cepat pemerintah dan masyarakat dapat membantu mereka bangkit kembali?

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6493867/original/025420800_1779351314-unnamed__6_.jpg)

