Masa Depan Mariano Peralta di Borneo FC: Perpanjang Kontrak atau Hengkang?
Baca dalam 60 detik
- Mariano Peralta, pemain terbaik BRI Super League 2025/2026, mengunggah pesan misterius di Instagram yang memicu spekulasi soal masa depannya.
- Kontrak pemain asal Argentina itu di Borneo FC akan habis pada 16 Juni 2025, dan belum ada tanda perpanjangan dari klub.
- Persija Jakarta dan Persib Bandung disebut-sebut sebagai peminat utama, sementara Peralta mengaku ingin beristirahat sebelum memutuskan langkah selanjutnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528221/original/045047200_1773258676-peralta.jpg)
Bintang Borneo FC, Mariano Peralta, masih menjadi pusat perhatian setelah musim 2025/2026 berakhir. Melalui akun Instagram pribadinya, pemain asal Argentina itu mengunggah pesan bernada misterius yang langsung memicu spekulasi tentang kelanjutan kariernya di klub berjuluk Pesut Etam tersebut.
Peralta, yang baru saja dinobatkan sebagai pemain terbaik BRI Super League musim ini, menuliskan rasa terima kasih kepada semua pihak yang mendukungnya. Namun, kalimat penutupnya justru menimbulkan tanda tanya besar. "Saatnya beristirahat, berhenti, dan kemudian aku akan melihat apa yang terjadi dengan masa depanku," tulisnya pada Kamis (28/5/2026). Unggahan itu langsung dibanjiri komentar dari warganet yang berspekulasi soal kemungkinan hengkangnya pemain berusia 28 tahun tersebut.
Kontrak Peralta di Borneo FC dikabarkan akan berakhir pada 16 Juni 2025. Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai perpanjangan kontrak dari manajemen klub. Situasi ini membuat bursa transfer musim depan diprediksi memanas, terutama karena sejumlah klub besar Liga 1 sudah mengantre untuk mendapatkan jasanya. Persija Jakarta disebut-sebut sebagai kandidat terkuat, dengan rencana menjadikan Peralta sebagai pengganti Maxwell Souza yang kabarnya akan hengkang. Tak hanya itu, Persib Bandung, juara bertahan musim ini, juga dikabarkan siap menampungnya untuk memperkuat lini serang Maung Bandung.
Performa Peralta sepanjang musim 2025/2026 memang luar biasa. Ia mencatatkan 20 gol dan 14 assist dari 34 pertandingan, tanpa absen satu laga pun. Rata-rata, ia menyumbang 0,5 gol dan 0,4 assist per pertandingan. Data dari football database menunjukkan kontribusi gol berdampak mencapai 65 persen, sementara assist berdampak sebesar 54 persen. Dengan durasi bermain 3.035 menit, ia menjadi motor serangan Borneo FC yang nyaris tak tergantikan.
Meski Borneo FC harus puas sebagai runner-up setelah kalah head-to-head dari Persib Bandung—dengan agregat 2-4 (kalah 1-3 di Bandung dan imbang 1-1 di Samarinda)—Peralta tetap menjadi salah satu pemain paling bersinar di liga. Kegagalan timnya merebut gelar juara untuk pertama kalinya tidak mengurangi apresiasi terhadap kontribusinya. Ia dinilai sebagai roh permainan ofensif Borneo FC yang mampu menginspirasi rekan setimnya.
Keputusan Peralta untuk "beristirahat dan melihat" masa depannya menjadi teka-teki yang menarik untuk diikuti. Apakah ia akan memperpanjang kontrak di Borneo FC, atau justru memilih tantangan baru bersama Persija atau Persib? Yang jelas, bursa transfer musim depan akan menjadi ajang pertarungan sengit antar klub untuk mendapatkan tanda tangan pemain terbaik musim ini. Pertanyaannya, akankah Borneo FC mampu mempertahankan aset paling berharganya, atau harus merelakan Peralta berlaga di klub rival?



