Newcastle Bergerak Cepat: Abde Ezzalzouli Jadi Target Pengganti Anthony Gordon
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United tengah merayu Abde Ezzalzouli dari Real Betis sebagai suksesor Anthony Gordon yang hengkang ke Barcelona.
- Winger Maroko itu mencatatkan 28 kontribusi gol musim ini, angka yang lebih impresif dibanding Gordon.
- Kesepakatan bisa terwujud jika Newcastle membayar klausul rilis €60 juta, dengan pemain dikabarkan antusias ke Premier League.

Newcastle United tak membiarkan kepergian Anthony Gordon ke Barcelona menghentikan laju mereka di bursa transfer. Klub asal Tyneside itu langsung bergerak cepat dengan membidik Abde Ezzalzouli, winger Real Betis yang musim ini tampil gemilang. Langkah ini menjadi sinyal bahwa The Magpies tidak ingin kembali terpuruk seperti saat kehilangan Alexander Isak setahun lalu.
Gordon resmi bergabung dengan Barcelona dengan nilai transfer sekitar £69,3 juta, menjadikannya pemain kedua yang hengkang dari St James' Park dalam dua musim panas terakhir. Kepergian ini meninggalkan lubang di lini serang Newcastle, yang musim lalu gagal lolos ke kompetisi Eropa dan finis di bawah rival sekota, Sunderland. Legenda klub, Alan Shearer, menilai bahwa manajemen Newcastle belajar dari pengalaman pahit kehilangan Isak secara gratis. "Mereka tidak ingin digigit dua kali. Kali ini, mereka mengambil keputusan tepat waktu agar bisa segera merencanakan langkah selanjutnya," ujar Shearer.
Menurut laporan TeamTalk, Newcastle telah memulai negosiasi dengan Real Betis untuk Ezzalzouli. Pemain berusia 24 tahun itu memiliki klausul rilis sebesar €60 juta (sekitar £52 juta) dan dikabarkan sangat tertarik pindah ke Premier League. Ezzalzouli, yang pernah menimba ilmu di akademi La Masia Barcelona, mencatatkan 15 gol dan 13 assist di semua kompetisi musim ini—total 28 kontribusi gol, lebih baik dari Gordon yang hanya 22 kontribusi. Angka-angka ini membuatnya dianggap sebagai kandidat ideal untuk menggantikan peran Gordon di sayap kiri.
Jika transfer ini terwujud, Newcastle tidak hanya mendapatkan pengganti, tetapi mungkin pemain yang lebih tajam. Ezzalzouli lebih direct, klinis, dan kreatif dibanding Gordon musim lalu. Ironisnya, pemain yang dibesarkan Barcelona itu justru akan menjadi andalan Newcastle untuk bersaing di papan atas. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Newcastle ini menarik diamati karena menunjukkan bagaimana klub Premier League beradaptasi dengan kehilangan bintang—sebuah pelajaran yang relevan dengan dinamika transfer di Liga Indonesia.
Namun, masih ada tantangan. Real Betis mungkin enggan melepas pemain kuncinya dengan harga klausul, apalagi setelah performa impresif Ezzalzouli. Newcastle harus bergerak cepat sebelum klub lain ikut melirik. Pertanyaan besarnya: mampukah The Magpies menyelesaikan deal ini sebelum pramusim dimulai? Jika ya, kepergian Gordon bisa berubah menjadi berkah tersembunyi.



