London City Lionesses Siap Gebrak WSL: Earps dan Mapi Leon Diincar, Putellas Juga Diburu
Baca dalam 60 detik
- London City Lionesses dikabarkan telah mencapai kesepakatan verbal dengan Mary Earps dan Mapi Leon untuk bergabung musim panas ini.
- Klub yang dimiliki pengusaha Amerika Michele Kang ini juga masih memburu megabintang Alexia Putellas, yang baru saja meninggalkan Barcelona.
- Jika berhasil, pergerakan ini bisa mengubah peta kekuatan WSL dan menarik perhatian penggemar sepak bola wanita global, termasuk di Indonesia.

London City Lionesses, klub promosi yang baru setahun berlaga di Women's Super League (WSL), tengah menyiapkan gebrakan besar di bursa transfer musim panas ini. Klub yang dimiliki oleh pengusaha Amerika Michele Kang itu dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dengan kiper timnas Inggris, Mary Earps, dan tengah menjalin kesepakatan lisan dengan bek Spanyol, Mapi Leon. Keduanya dijadwalkan meneken kontrak dalam waktu dekat, menandai ambisi besar klub untuk bersaing di papan atas.
Kabar ini mengejutkan banyak pihak karena London City Lionesses baru saja finis di peringkat keenam pada musim debut mereka di WSL. Namun, dengan dukungan finansial Kang, klub tersebut tak ragu untuk mendatangkan pemain bintang. Earps, yang kini berusia 33 tahun, akan kembali ke Inggris setelah dua musim membela Paris Saint-Germain. Selama di Prancis, ia mencatatkan 12 clean sheet dalam 22 penampilan liga, meskipun PSG hanya finis ketiga. Dua kali dinobatkan sebagai Kiper Terbaik Dunia versi FIFA, Earps menjadi pahlawan Inggris saat menjuarai Euro 2022 dan menjadi finalis Piala Dunia 2023.
Sementara itu, Mapi Leon, 30 tahun, meninggalkan Barcelona setelah sembilan musim dan mengoleksi 27 trofi, termasuk empat gelar Liga Champions. Bek tengah ini sempat memboikot timnas Spanyol selama hampir tiga tahun akibat konflik dengan federasi, dan melewatkan Piala Dunia 2023. Namun, ia kembali pada Oktober 2025 dan langsung menjadi starter di final Nations League yang dimenangkan Spanyol atas Jerman. Kehadirannya di lini belakang London City Lionesses diprediksi akan memberikan pengalaman dan kualitas juara.
Yang lebih menarik, London City Lionesses juga masih memburu Alexia Putellas, gelandang serang yang baru saja mengumumkan kepergiannya dari Barcelona setelah 14 tahun. Putellas, yang dua kali meraih Ballon d'Or, menjadi incaran utama klub-klub Eropa. Jika berhasil didatangkan, ini akan menjadi transfer terbesar dalam sejarah WSL. Namun, persaingan ketat diprediksi terjadi, mengingat banyak klub top seperti Arsenal, Manchester City, dan Chelsea juga aktif di bursa.
Bursa transfer WSL musim panas ini memang dipenuhi pergerakan pemain bintang. Sam Kerr, kapten Australia, tersedia dengan status bebas transfer setelah meninggalkan Chelsea. Chelsea sendiri dikabarkan akan merekrut Katie McCabe dari Arsenal. Manchester City menjadi favorit untuk mendapatkan Beth Mead, sementara Arsenal siap menandatangani Georgia Stanway dari Bayern Munich dan Ona Batlle dari Barcelona. Situasi ini menunjukkan bahwa WSL semakin kompetitif dan menarik minat global.
Bagi penggemar sepak bola wanita di Indonesia, perkembangan ini menjadi tontonan menarik. Meskipun jarak geografis jauh, popularitas WSL terus meningkat di Tanah Air berkat siaran langsung dan liputan media sosial. Kehadiran pemain sekelas Earps, Leon, dan mungkin Putellas di klub yang relatif baru seperti London City Lionesses bisa menjadi cerita underdog yang inspiratif. Pertanyaannya, mampukah mereka bersaing dengan raksasa WSL seperti Chelsea dan Manchester City? Atau justru ini awal dari dominasi baru?



