Activision Hentikan Dukungan Call of Duty: Warzone di PS4 dan Xbox One Akhir Tahun Ini
Baca dalam 60 detik
- Warzone akan berhenti berfungsi di PS4 dan Xbox One setelah peluncuran Season 1 yang terintegrasi dengan Modern Warfare 4 pada Oktober mendatang.
- Mulai Juni, game tidak lagi bisa diunduh oleh pemain baru di konsol lawas, dan toko dalam game akan ditutup sebulan kemudian.
- Keputusan ini menandai pergeseran fokus Activision ke generasi konsol terbaru, berpotensi memengaruhi basis pemain di Indonesia yang masih banyak menggunakan PS4.

Call of Duty: Warzone, game battle royale gratis yang sempat menjadi fenomena global, akan mengakhiri dukungan untuk konsol PlayStation 4 dan Xbox One pada akhir tahun ini. Activision mengonfirmasi bahwa setelah peluncuran Season 1 yang membawa konten dari Call of Duty: Modern Warfare 4 pada Oktober mendatang, pemain di dua platform generasi lama itu tidak lagi bisa mengakses Warzone.
Keputusan ini diumumkan melalui blog resmi Activision, yang menjelaskan bahwa Season 1 Warzone akan dirilis tidak lama setelah Modern Warfare 4 meluncur pada 23 Oktober. Mulai 4 Juni, Warzone tidak lagi tersedia untuk diunduh oleh pemain baru di PS4 dan Xbox One. Sementara itu, pemain yang sudah memiliki game tersebut masih bisa bermain hingga Season 1 tiba. Pada 25 Juni, toko dalam game juga akan dinonaktifkan di kedua konsol tersebut, meskipun pemain masih bisa naik level melalui Battle Pass gratis dan membuka senjata baru di sisa musim Black Ops 7.
Langkah Activision ini sejalan dengan tren industri game yang perlahan meninggalkan konsol generasi kedelapan, yang kini berusia lebih dari satu dekade. Dengan semakin matangnya PS5 dan Xbox Series X|S, pengembang mulai mengoptimalkan game untuk perangkat keras terbaru. Warzone sendiri sebelumnya sudah menerima pembaruan yang memanfaatkan kemampuan SSD dan ray tracing di konsol baru, sehingga versi lama dianggap tidak lagi efisien untuk dipertahankan.
Bagi pemain di Indonesia, kabar ini menjadi pukulan tersendiri. Berdasarkan data Newzoo, Indonesia masih memiliki basis pemain PS4 yang signifikan, terutama di kalangan gamer kasual yang belum beralih ke konsol generasi terbaru. Banyak warung internet (warnet) dan rental PS4 yang mengandalkan Warzone sebagai daya tarik utama. Dengan berakhirnya dukungan, mereka harus mempertimbangkan upgrade ke PS5 atau beralih ke game lain. Analis game dari Universitas Indonesia, Andi Pratama, menilai bahwa keputusan Activision ini wajar secara bisnis, namun kurang mempertimbangkan pasar negara berkembang. โDi Indonesia, adopsi PS5 masih rendah karena harga yang tinggi. Warzone adalah salah satu game gratis yang paling banyak dimainkan, jadi ini bisa mengurangi jumlah pemain aktif secara drastis,โ ujarnya.
Activision sendiri tampaknya ingin memusatkan sumber daya pada ekosistem yang lebih modern. Integrasi Warzone dengan Modern Warfare 4 menjanjikan pengalaman lintas platform yang lebih mulus, termasuk fitur-fitur seperti pengaturan senjata yang disinkronkan dan peta yang lebih besar. Namun, tanpa dukungan konsol lama, jumlah pemain potensial bisa menyusut. Pertanyaan besarnya adalah: akankah pemain Indonesia berbondong-bondong beralih ke PS5 atau justru meninggalkan Warzone sama sekali? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan, saat batas waktu bermain di konsol lama semakin dekat.



