Ferrari Bantah Harga EV Perdana Kemahalan, Saham Sempat Terjun Bebas
Baca dalam 60 detik
- CEO Ferrari Benedetto Vigna membela banderol Rp10 miliar untuk mobil listrik Luce di tengah kritik pasar dan publik.
- Saham Ferrari anjlok 8% usai peluncuran, namun analis menilai reaksi negatif investor bersifat sementara.
- Ferrari menegaskan tidak akan sepenuhnya beralih ke listrik, melainkan menjadikan Luce sebagai pelengkap lini produk.

CEO Ferrari, Benedetto Vigna, angkat bicara di tengah gelombang kritik yang menerpa mobil listrik perdana perusahaan, Luce, yang dibanderol 550 ribu euro atau sekitar Rp10 miliar. Dalam forum diskusi di Modena, Italia, Kamis (28/5/2026), Vigna menyebut harga tersebut sepadan dengan inovasi yang dihadirkan, seraya menepis anggapan bahwa Ferrari akan meninggalkan mesin konvensional.
Peluncuran Luce pada Senin (25/5/2026) memicu reksi negatif dari pasar dan publik. Saham Ferrari yang tercatat di Bursa Milan anjlok hingga 8% pada perdagangan Selasa, sementara media sosial dibanjiri kritik terhadap desain mobil listrik tersebut. Bahkan, mantan bos Ferrari dan Menteri Perhubungan Italia ikut menyuarakan ketidakpuasan. Namun, Vigna menilai banyak pihak salah memahami arah pengembangan perusahaan.
Vigna menegaskan bahwa Luce bukanlah pengganti mesin konvensional, melainkan bagian dari babak baru Ferrari di era elektrifikasi. "Kami tidak akan menggantikan seluruh mesin konvensional dengan kendaraan listrik sepenuhnya. Luce hadir sebagai pelengkap, bukan pengganti," ujarnya. Ia juga membandingkan Luce dengan mobil listrik China dan merek lain, menekankan bahwa perbedaan desain dan teknologi hanya bisa dipahami dengan melihat langsung.
Bagi pasar Indonesia, langkah Ferrari ini menjadi sinyal bahwa segmen mobil listrik ultra-premium masih memiliki ceruk tersendiri. Meski harga Rp10 miliar jauh dari jangkauan konsumen dalam negeri, kehadiran Luce dapat memengaruhi persepsi terhadap merek-merek Eropa lain yang mulai merambah elektrifikasi. Analis otomotif menilai, reaksi negatif investor terhadap Ferrari sejatinya lebih dipicu oleh ekspektasi yang terlalu tinggi, bukan karena kegagalan produk.
Setelah volatilitas di awal pekan, saham Ferrari perlahan pulih. Pada perdagangan Kamis, saham ditutup menguat 1,7%, menandakan bahwa kekhawatiran pasar mulai mereda. Vigna sendiri optimistis bahwa Luce akan diterima dengan baik seiring waktu, terutama setelah konsumen dapat melihat langsung dan merasakan pengalaman berkendara yang ditawarkan.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Ferrari mampu mempertahankan eksklusivitas merek di tengah tekanan untuk memproduksi kendaraan listrik massal. Dengan harga selangit dan desain kontroversial, Luce mungkin hanya akan menjadi koleksi para kolektor, bukan kendaraan harian. Namun, bagi Ferrari, langkah ini adalah taruhan untuk membuktikan bahwa kemewahan dan elektrifikasi bisa berjalan beriringan.



