Arsenal Incar Dua Bintang Muda: Morgan Rogers dan Jeremie Monga Jadi Target Utama
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan semakin percaya diri merekrut wonderkid Leicester, Jeremie Monga, yang dijuluki 'Ousmane Dembele Inggris'.
- Morgan Rogers dari Aston Villa tetap menjadi prioritas utama, namun banderol Β£100 juta membuat Arsenal menyiapkan alternatif.
- Monga, yang baru 16 tahun, bisa ditebus dengan biaya kompensasi rendah karena belum menandatangani kontrak profesional.

Arsenal tengah gencar membangun skuad untuk mempertahankan gelar Premier League dan bersaing di Liga Champions. Klub asal London utara itu tidak hanya membidik pemain siap pakai seperti Morgan Rogers, tetapi juga prospek jangka panjang seperti Jeremie Monga, remaja Leicester City yang disebut-sebut sebagai 'Ousmane Dembele versi Inggris'.
Menurut laporan TEAMtalk, Arsenal kini berada dalam posisi 'sangat kuat' untuk mengamankan tanda tangan Monga. Meski Manchester United dan Manchester City turut mengincar, The Gunners disebut agresif di belakang layar untuk mempercepat kesepakatan. Monga, yang baru berusia 16 tahun, belum menandatangani kontrak profesional dengan Leicester, sehingga Arsenal bisa merekrutnya dengan biaya kompensasi yang relatif murah.
Pemain sayap ini mendapat julukan prestisius dari pengamat Como, Ben Mattinson, yang menggambarkannya sebagai pemain cepat, penggiring bola ulung, finisher mematikan, dan mampu menembak dengan kedua kaki. Perbandingan dengan Ousmane Dembele muncul karena gaya bermainnya yang eksplosif dan kemampuannya dalam ruang sempit. Monga juga tercatat sebagai salah satu pemain termuda yang tampil di Premier League, hanya kalah dari Max Dowman dan Ethan Nwaneri.
Di sisi lain, prioritas utama Arsenal tetap Morgan Rogers. Gelandang serang Aston Villa itu telah mencatatkan 14 gol dalam dua musim beruntun, plus 16 assist pada 2024/25 dan 12 assist musim ini. Namun, Villa membanderolnya dengan harga Β£100 juta, membuat Arsenal harus memutar otak. Direktur olahraga Andrea Berta disebut menjadikan misi pribadi untuk membawa Rogers ke Emirates, tetapi opsi alternatif seperti Marcus Rashford (Manchester United) juga dipertimbangkan.
Bagi Arsenal, merekrut Rogers adalah pernyataan ambisi untuk bersaing di level tertinggi. Namun, jika gagal, Monga diproyeksikan sebagai investasi masa depan yang bisa menjadi jawaban jangka panjang. Meski belum siap menjadi starter, potensinya dinilai luar biasa. Langkah ini mengingatkan pada strategi Arsenal yang sukses mengembangkan pemain muda seperti Bukayo Saka dan Emile Smith Rowe.
Dari sudut pandang Indonesia, pergerakan Arsenal di bursa transfer selalu menarik perhatian penggemar sepak bola Tanah Air. Kehadiran pemain muda berbakat seperti Monga bisa menjadi tontonan menarik di Premier League, yang memiliki basis penggemar besar di Indonesia. Jika Arsenal berhasil mendatangkan Rogers dan Monga, kombinasi pengalaman dan potensi muda bisa memperkuat daya saing mereka di kancah Eropa.
Pertanyaan besarnya: mampukah Arsenal menuntaskan dua misi transfer ini di tengah persaingan ketat dan tuntutan finansial? Atau akankah mereka harus puas dengan satu dari dua target?



