Adam Azim: Bintang Tinju Inggris yang Disebut Paling Berbakat Siap Unjuk Gigi
Baca dalam 60 detik
- Petinju kelas ringan welter Adam Azim, 23 tahun, akan menghadapi Steve Claggett di Wembley Arena, dengan pelatihnya menjamin gelar juara dunia hanya soal waktu.
- Azim, yang belum terkalahkan dalam 14 pertarungan profesional, dianggap memiliki kemampuan di atas rata-rata juara dunia yang pernah dilatih Shane McGuigan.
- Kemenangan atas Claggett, yang pernah bertahan 12 ronde melawan Teofimo Lopez, bisa membuka jalan Azim menuju perebutan gelar IBF yang kini lowong.

Shane McGuigan, pelatih yang pernah menangani Carl Frampton dan Josh Taylor, menyebut Adam Azim sebagai petinju paling berbakat yang pernah ia latih. Pernyataan itu muncul jelang laga Azim melawan Steve Claggett di Wembley Arena, Sabtu ini, yang disiarkan langsung BBC Two.
Azim, petinju berusia 23 tahun asal Inggris, belum pernah menelan kekalahan dalam 14 pertarungan profesional. Sebelas di antaranya berakhir dengan knockout. Catatan itu membuatnya dijagokan sebagai calon juara dunia, dan McGuigan yakin prediksi itu akan terwujud.
“Saya sudah bekerja dengan banyak juara dunia, tapi orang ini melampaui mereka semua dalam hal kemampuan. Jika dia tidak menjadi juara dunia, saya akan sangat terkejut,” ujar McGuigan, yang juga melatih George Groves dan Ellie Scotney.
Di atas ring, Azim dikenal memiliki kecepatan tangan yang mematikan dan kombinasi pukulan yang tajam. Ia saat ini menempati peringkat ketujuh di IBF dan WBO. Pertarungan melawan Claggett menjadi momentum krusial setelah rencana duel melawan Gustavo Lemos batal pada Januari lalu karena cedera.
Claggett, petinju Kanada berusia 36 tahun, memiliki rekor 42 kemenangan dan 8 kekalahan. Ia pernah menjadi lawan tangguh Teofimo Lopez dalam perebutan gelar WBO dua tahun lalu, bertahan hingga ronde terakhir. Meski kalah, pengalaman itu menjadi modal berharga. “Saya datang dengan satu tugas dan saya akan menyelesaikannya,” kata Claggett singkat dalam konferensi pers.
Peluang Azim untuk segera merebut gelar dunia terbuka lebar. Gelar IBF kelas ringan welter saat ini lowong setelah Richardson Hitchins naik kelas dan pindah ke Zuffa Boxing. IBF telah memerintahkan petinju peringkat satu, Lindolfo Delgado asal Meksiko, untuk bertarung melawan Arthur Biyarslanov asal Rusia yang berbasis di Kanada. Promotor Ben Shalom mengatakan kemenangan meyakinkan atas Claggett bisa membawa Azim ke laga perebutan gelar.
“Kami yakin dia bisa menjadi juara dunia tahun ini, dan itu tidak akan terjadi tanpa kemenangan Sabtu malam,” ujar Shalom, promotor dari Boxxer. “Ini adalah pertarungan terberatnya. Claggett dalam performa bagus, punya pengalaman lebih, dan akan memberikan tekanan penuh.”
Azim sendiri tidak gentar. Ia berjanji akan tampil klinis dan mengklaim memiliki ketahanan fisik yang lebih unggul. “Claggett tidak menyadari bahwa ketahanan saya mungkin lebih baik darinya. Saya adalah petinju paling fit di atas ring,” tegas Azim.
Bagi penggemar tinju Indonesia, laga ini bisa menjadi tontonan menarik untuk melihat calon juara dunia masa depan. Azim, yang mulai berlatih sejak usia lima tahun, kini berada di ambang pintu menuju gelar juara. Pertanyaannya, akankah Claggett menjadi batu sandungan atau justru batu loncatan bagi karier Azim?



