IBL Store Resmi Masuk 11 Gerai HOOPS Indonesia, Perluas Pasar Merchandise Basket
Baca dalam 60 detik
- IBL menggandeng HOOPS Indonesia sebagai mitra distribusi resmi untuk menghadirkan IBL Store di 11 lokasi strategis di Tanah Air.
- Langkah ini diharapkan memperkuat ekosistem merchandise basket nasional sekaligus mendekatkan produk resmi liga dan klub kepada komunitas penggemar.
- Kolaborasi ini menandai pergeseran strategi IBL dari sekadar penyelenggara liga menjadi penggerak industri gaya hidup basket yang lebih terintegrasi.

Indonesian Basketball League (IBL) resmi meluncurkan IBL Store di 11 gerai HOOPS Indonesia yang tersebar di berbagai kota besar, menandai babak baru dalam upaya liga memperkuat penetrasi pasar merchandise basket nasional. Langkah ini tidak hanya memudahkan akses penggemar terhadap produk resmi, tetapi juga menempatkan IBL sebagai pemain utama dalam industri gaya hidup basket yang kian kompetitif.
Melalui kemitraan dengan HOOPS Indonesia—salah satu jaringan ritel basket terbesar di Tanah Air—IBL menghadirkan area khusus yang menjual aneka perlengkapan, mulai dari jersey resmi klub, apparel, hingga aksesori bertema basket. Produk-produk yang dipajang di IBL Store dikurasi secara ketat dan dijuluki sebagai "Indonesian Basketball Finest Goods", sebuah label yang mengedepankan kualitas dan prestise. Dengan demikian, konsumen tidak hanya membeli barang, tetapi juga identitas dan kebanggaan sebagai bagian dari komunitas basket Indonesia.
Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menegaskan bahwa IBL Store bukanlah sekadar etalase penjualan. Menurutnya, inisiatif ini merupakan representasi dari kultur dan gaya hidup basket yang terus berkembang di Indonesia. "Ketika liga basket tertinggi berkolaborasi dengan ritel basket terbesar, kami berharap dapat menggerakkan industri merchandise liga maupun klub agar terus tumbuh," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kurasi produk yang ketat menjadi pembeda utama, sehingga setiap barang yang dijual mencerminkan standar tertinggi dalam ekosistem basket nasional.
Senada dengan Junas, Direktur HOOPS Indonesia, Rudi, menyambut kolaborasi ini dengan optimisme. Ia menilai kehadiran IBL Store akan memberikan pengalaman berbelanja yang lebih personal bagi para penggemar. "Basket kini bukan hanya olahraga, tetapi juga bagian dari gaya hidup anak muda. Lewat IBL Store, kami ingin mendukung perkembangan merchandise resmi IBL dan klub-klub basket Indonesia secara lebih langsung," kata Rudi. Ia berharap kerja sama ini dapat mempercepat pertumbuhan kultur dan industri basket di dalam negeri.
Kehadiran IBL Store di 11 lokasi—termasuk Hoops Central Park Jakarta, Hoops Galaxy Mall Surabaya, dan Hoops Living World Bali—menunjukkan keseriusan IBL dalam menjangkau basis penggemar yang lebih luas. Sebelumnya, penggemar basket harus membeli merchandise secara daring atau di acara-acara tertentu. Kini, mereka dapat mengakses produk resmi kapan saja di pusat perbelanjaan utama. Hal ini diyakini akan mendorong peningkatan penjualan merchandise sekaligus memperkuat loyalitas penggemar terhadap klub dan liga.
Dari sisi bisnis, langkah ini juga menandai pergeseran model pendapatan IBL yang selama ini bergantung pada hak siar dan sponsor. Dengan masuknya IBL ke ritel fisik, liga dapat memonetisasi basis penggemar secara langsung melalui penjualan merchandise. Potensi pasarnya cukup besar: menurut data Asosiasi Perusahaan Bola Basket Indonesia, jumlah pemain basket aktif di Indonesia mencapai lebih dari 2 juta orang, belum termasuk penggemar yang tidak bermain tetapi mengikuti perkembangan liga.
Namun, tantangan tetap ada. Persaingan dengan merek-merek global seperti Nike, Adidas, atau bahkan produk impor dari NBA Store bisa menjadi batu sandungan. IBL perlu memastikan bahwa kualitas dan harga produknya kompetitif, serta terus memperbarui koleksi agar tidak ketinggalan tren. Selain itu, edukasi kepada konsumen tentang nilai "Indonesian Basketball Finest Goods" harus konsisten dilakukan agar label tersebut benar-benar diakui sebagai standar kualitas.
Ke depan, IBL dan HOOPS Indonesia berencana menambah jumlah gerai IBL Store di kota-kota lain yang memiliki basis penggemar basket yang kuat, seperti Makassar dan Palembang. Pertanyaannya, mampukah kolaborasi ini mengubah wajah industri merchandise basket Indonesia dan menjadikan IBL sebagai pusat gaya hidup olahraga yang lebih dari sekadar kompetisi?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7543992/original/018231200_1780319274-IMG_20260601_200440_318.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496017/original/051534800_1770456017-1000106238.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7615664/original/085033300_1780401639-Gemini_Generated_Image_jnnisojnnisojnni.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7592357/original/058950900_1780375041-nathan.jpg)