Andoni Iraola Banting Setir ke Crystal Palace? AC Milan Mundur, Pelatih Pilih Bertahan
Baca dalam 60 detik
- AC Milan menghentikan negosiasi dengan Andoni Iraola, namun pelatih asal Spanyol itu tetap enggan pindah ke Crystal Palace.
- Iraola lebih memilih bertahan di Bournemouth yang finis keenam Premier League ketimbang pindah ke klub peringkat 15.
- Crystal Palace mulai menjajaki opsi lain, termasuk mantan pelatih Flamengo Filipe Luis, untuk mengisi kursi kosong musim depan.

Kabar perburuan pelatih anyar Crystal Palace memasuki babak baru setelah AC Milan dikabarkan menghentikan pembicaraan dengan Andoni Iraola. Namun, harapan The Eagles untuk memboyong arsitek Bournemouth itu ke Selhurst Park masih jauh dari kenyataan. Menurut laporan Sky Sports, Iraola tetap ogah meninggalkan Vitality Stadium meski peluang dari San Siro sudah tertutup.
Keputusan AC Milan mundur sempat membuka celah bagi Palace yang tengah mencari pengganti Oliver Glasner. Akan tetapi, sumber Sky menyebutkan bahwa Iraola tidak tertarik pindah ke klub yang finis di peringkat ke-15 Premier League musim lalu, meski Palace baru saja menjuarai Conference League. "Dia benar-benar tidak ingin meninggalkan Bournemouth yang berada di posisi keenam untuk pergi ke Crystal Palace yang ke-15, meskipun mereka memenangi trofi tadi malam," demikian pernyataan jurnalis Sky dalam siaran langsung.
Kontras prestasi kedua klub menjadi batu sandungan utama. Bournemouth di bawah arahan Iraola tampil agresif dan menghibur, finis di papan atas Premier League. Sementara Palace, meski sukses di Eropa, tampil inkonsisten di liga domestik. Perbedaan daya tarik ini menjelaskan mengapa meyakinkan pelatih yang sudah sukses di tempat lain bukan perkara mudah.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik karena menunjukkan bagaimana faktor prestasi liga domestik kerap lebih menentukan daripada kesuksesan di kompetisi kasta kedua Eropa. Palace, yang akan kembali berlaga di Eropa musim depan, butuh sosok pelatih yang mampu mengangkat performa tim di Premier League. Namun, ketidakmampuan mereka bersaing di papan atas menjadi kelemahan utama dalam negosiasi dengan pelatih top.
Manajer asal Spanyol itu memang masih dikagumi internal Palace karena gaya menyerang dan kemampuannya mengembangkan pemain. Namun, Sky menegaskan bahwa situasi tidak berubah: Iraola tidak lebih dekat ke Palace. "Pembicaraan dengan AC Milan tidak berkembang, tapi itu tidak berarti apa-apa untuk situasi Crystal Palace," ujar sumber yang sama.
Dengan mundurnya Milan, Palace harus mempercepat pencarian. Nama Filipe Luis, yang sukses di Flamengo, disebut-sebut sebagai alternatif. Pasar pelatih bisa berubah cepat begitu negosiasi formal dimulai, dan Palace sadar bahwa rekrutan kali ini krusial untuk menjaga momentum setelah sukses Eropa. Pertanyaannya, mampukah mereka menarik pelatih sekaliber Iraola, atau harus puas dengan opsi kedua?



