Persija Resmi Berpisah dengan Mauricio Souza: Target Juara Tak Tercapai
Baca dalam 60 detik
- Mauricio Souza tidak lagi menangani Persija Jakarta untuk musim 2026/2027 setelah gagal membawa tim juara BRI Super League.
- Manajemen Persija mengapresiasi dedikasi Souza meski hasil akhir hanya posisi ketiga, di bawah Persib dan Borneo FC.
- Souza, yang sebelumnya melatih Madura United, mengisyaratkan perpisahan melalui unggahan Instagram penuh hormat.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5311246/original/012541900_1754842864-Persija_Jakarta_vs_Persita_Tangerang-33.jpg)
Persija Jakarta resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Mauricio Souza untuk musim kompetisi 2026/2027. Keputusan ini diumumkan setelah tim berjuluk Macan Kemayoran itu gagal memenuhi target utama manajemen: merebut gelar juara BRI Super League.
Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Souza dan stafnya sepanjang musim 2025/2026. Meskipun hasil yang diraih belum sesuai harapan, Ardhi menilai kontribusi pelatih asal Brasil itu sebagai langkah awal yang positif untuk persiapan kompetisi mendatang. Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya, Selasa (26/5/2026).
Di bawah arahan Souza, Persija mengakhiri musim di peringkat ketiga klasemen BRI Super League, tertinggal dari Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda. Padahal, sejak awal musim, manajemen membebankan target juara kepada nakhoda berusia 52 tahun tersebut. Kegagalan ini menjadi faktor utama perpisahan, meskipun secara performa tim menunjukkan peningkatan dibanding musim sebelumnya.
Dalam unggahan terpisah di akun Instagram @mauricio__souza_, pelatih kelahiran Brasil itu mengisyaratkan kepergiannya dengan nada penuh hormat. โTerima kasih, Persija. Merupakan sebuah kehormatan. Suatu hari nanti, jika Tuhan menghendaki, kita akan bertemu lagi!โ tulisnya. Unggahan tersebut menjadi penanda bahwa Souza hanya bertahan semusim di klub ibu kota.
Kepergian Souza membuka spekulasi mengenai calon penggantinya. Persija dikenal sebagai klub dengan basis suporter besar dan tekanan tinggi untuk meraih prestasi. Manajemen diprediksi akan mencari pelatih yang mampu membawa tim bersaing di papan atas sekaligus memenuhi ekspektasi gelar. Beberapa nama pelatih lokal dan asing mulai dikaitkan dengan kursi panas Macan Kemayoran.
Bagi Souza, pengalaman di Indonesia berlanjut setelah sebelumnya menangani Madura United pada musim 2022/2023. Ia meninggalkan jejak sebagai pelatih yang mampu membangun chemistry tim, meski belum berhasil mempersembahkan trofi. Langkah selanjutnya bagi arsitek asal Brasil itu masih belum jelas, namun kariernya di Asia Tenggara kemungkinan masih berlanjut.
Keputusan Persija ini menjadi pengingat bahwa di sepak bola profesional, hasil akhir adalah segalanya. Meski proses dan dedikasi dihargai, target juara tetap menjadi tolok ukur utama. Pertanyaan besarnya: siapakah yang akan dipercaya membawa Persija kembali ke puncak?