Perburuan Vlahovic Memanas: Napoli Buka Negosiasi, Juventus Terancam Kehilangan
Baca dalam 60 detik
- Napoli memulai pembicaraan awal dengan ayah Dusan Vlahovic, menawarkan tempat di Liga Champions musim depan.
- Juventus kesulitan mempertahankan sang striker karena tawaran perpanjangan kontrak dengan pemotongan gaji dan tanpa jaminan Liga Champions.
- Newcastle, Atletico Madrid, dan Bayern Munich juga siap bersaing, dengan Newcastle mengandalkan proposal finansial yang menggiurkan.

Masa depan Dusan Vlahovic di Juventus semakin tidak pasti setelah Napoli dikabarkan membuka negosiasi awal dengan pihak sang striker. Klub asal Kota Partenope itu menjadi salah satu dari beberapa klub besar Eropa yang siap merebut tanda tangan pemain berusia 26 tahun tersebut, yang kontraknya akan habis pada akhir musim ini.
Menurut laporan Tuttosport, Napoli telah melakukan pembicaraan pendahuluan dengan ayah Vlahovic, yang juga bertindak sebagai agennya. Keunggulan utama Napoli dibandingkan Juventus adalah kepastian tampil di Liga Champions musim depan. Hal serupa juga dimiliki Bayern Munich dan Atletico Madrid, sementara Newcastle United mengandalkan kekuatan finansial untuk membujuk Vlahovic bergabung, meski The Magpies finis di peringkat ke-12 Premier League dan gagal lolos ke kompetisi Eropa.
Juventus sendiri sudah lama berupaya memperpanjang kontrak Vlahovic, namun tawaran yang diajukan justru berupa pemotongan gaji dari β¬12 juta per tahun. Ditambah lagi, ketidakpastian tampil di Liga Champions musim 2026-27 membuat posisi tawar Bianconeri semakin lemah. Direktur Juventus, Damien Comolli, mengakui bahwa kelanjutan kerja sama bergantung pada keputusan Vlahovic dan ayahnya. βSaat Natal, Vlahovic dan saya mengunci diri di ruangan, dan dia meyakinkan saya tidak akan pindah pada Januari. Itu yang terjadi. Kami ingin terus bersamanya, tapi itu tergantung Dusan dan ayahnya,β ujar Comolli kepada Gazzetta.
Di sisi lain, Napoli juga tengah mencari pengganti pelatih Antonio Conte yang hengkang setelah dua musim. Kandidat utama adalah Vincenzo Italiano dan Massimiliano Allegri, dua pelatih yang pernah menangani Vlahovic di Fiorentina dan Juventus. Fakta ini menambah dimensi menarik: Vlahovic bisa kembali bekerja sama dengan mantan pelatihnya jika memilih Napoli. Catatan golnya bersama Italiano di Fiorentina (20 gol dalam 24 penampilan) dan Allegri di Juventus (41 gol dalam 99 laga) menunjukkan produktivitasnya di bawah kedua pelatih tersebut.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perburuan Vlahovic menjadi cerminan dinamika transfer pemain bintang yang kerap diwarnai tarik-ulur antara klub dan agen. Kasus ini juga relevan dengan maraknya minat klub-klub Eropa terhadap pemain berkualitas yang kontraknya hampir habis, mirip dengan fenomena yang terjadi di Liga Indonesia beberapa tahun terakhir. Kehadiran Vlahovic di Napoli, misalnya, bisa meningkatkan daya saing Serie A yang mulai bergairah kembali.
Dengan banyaknya peminat, Vlahovic memiliki posisi tawar yang kuat. Keputusannya tidak hanya akan menentukan masa depannya sendiri, tetapi juga bisa memicu efek domino di bursa transfer musim panas. Pertanyaan besarnya: akankah ia memilih tantangan baru di Napoli, bergabung dengan raksasa Bundesliga atau La Liga, atau justru tergiur tawaran finansial Newcastle? Atau, mungkinkah Juventus masih punya kartu as untuk mempertahankannya?



