Harry Styles Bela Panggung Kontroversial Tur 'Together, Together': Ingin Dekat dengan Penggemar
Baca dalam 60 detik
- Harry Styles merespons kritik pedas penggemar yang menyebut panggung tur 'Together, Together' sebagai yang terburuk sepanjang masa karena menghalangi pandangan.
- Pelantun 'As It Was' itu menjelaskan desain panggung sengaja dibuat melingkar agar ia bisa lebih dekat dengan penonton, sesuai tema kebersamaan tur.
- Penyelenggara telah berjanji menyesuaikan struktur panggung untuk sisa konser di Amsterdam dan London, namun tetap mematuhi standar keselamatan.

Harry Styles angkat bicara setelah panggung tur dunianya yang bertajuk 'Together, Together' menuai hujatan dari sebagian penggemar. Mereka menilai desain panggung yang dipenuhi jembatan melingkar justru menghalangi pemandangan, bahkan menyebutnya sebagai tata panggung terburuk yang pernah ada.
Mantan personel One Direction itu tengah menjalani residensi 10 malam di Johan Cruijff Arena, Amsterdam, sejak 16 Mei lalu. Di tengah euforia penggemar yang memadati stadion, keluhan mulai bermunculan di media sosial. Banyak yang mengaku nyaris tidak bisa melihat Harry bernyanyi karena struktur jembatan tinggi yang mengelilingi panggung utama.
Menanggapi kritik tersebut, Harry langsung menjelaskan filosofi di balik rancangan panggungnya saat konser Sabtu (23/05) malam. “Alasan kami membuat panggung seperti ini karena saya ingin berada di tengah-tengah kalian,” ujarnya, seperti dikutip dari pernyataan yang beredar pada Selasa (26/05). “Saya ingin sedekat mungkin dengan sebanyak mungkin dari kalian, karena itulah inti dari tur ini.”
Ia menambahkan bahwa tur ini tentang kebersamaan, bersenang-senang, berbagi momen, dan menari bersama—baik dengan teman maupun orang asing. “Begitulah cara saya membuat album ini, dan begitulah saya ingin kalian mendengarkannya malam ini,” kata Harry.
Kritik bukan hanya datang dari satu dua orang. Seorang penggemar menyebut panggung itu sebagai “yang terburuk sepanjang masa” di media sosial, sementara yang lain menilai desainnya “menyinggung” karena membatasi sudut pandang dari beberapa area stadion. Gelombang protes ini mendorong penyelenggara untuk bertindak cepat.
Dalam pernyataan resmi, pihak promotor mengaku telah mendengar kekhawatiran penggemar terkait penghalang pandangan. “Langkah-langkah sedang diambil untuk mengubah jembatan depan pada sisa konser di Amsterdam dan konser bulan depan di London,” bunyi pernyataan tersebut. Untuk venue mendatang, mereka berjanji akan melakukan penyesuaian secepat mungkin dengan tetap mematuhi kode keselamatan dan peraturan setempat.
Seorang perwakilan tur juga mengatakan kepada BBC bahwa konsep panggung lantai dirancang untuk “memberi kebebasan kepada penggemar”. Namun, ironisnya, justru kebebasan itulah yang dikeluhkan karena menghalangi pandangan.
Bagi penggemar di Indonesia, kisruh ini menjadi pengingat bahwa konser megah sekalipun tidak luput dari masalah teknis. Meski Harry Styles belum pernah menggelar konser di Indonesia, popularitasnya sangat besar di sini—album 'Harry's House' dan 'Fine Line' sukses di platform streaming lokal, dan lagu 'As It Was' sempat viral di berbagai media sosial. Jika suatu saat ia membawa tur ke Asia Tenggara, pelajaran dari Amsterdam bisa menjadi bahan evaluasi bagi promotor lokal untuk memastikan pengalaman menonton yang optimal.
Terlepas dari kontroversi, permintaan tiket tur ini tetap luar biasa tinggi. Harry dijadwalkan memecahkan rekor dengan residensi 12 malam di Wembley Stadium mulai 12 Juni. Sejak bersolo karier, ia telah menjadi salah satu bintang global paling sukses dari Inggris, dengan koleksi Grammy dan Brit Awards, serta reputasi untuk produksi panggung ambisius dan penampilan penuh gaya.
Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah penyesuaian panggung cukup memuaskan penggemar yang kecewa, atau justru mengurangi esensi 'kebersamaan' yang ingin dibangun Harry? Hanya waktu yang akan membuktikan apakah tur ini akan dikenang karena musiknya atau karena kontroversi panggungnya.



