Kekeliruan Identitas: Lisa Kudrow Dikira Dionne Warwick, Bintang Lain Ikut Berkomentar
Baca dalam 60 detik
- Lisa Kudrow menceritakan pengalaman unik saat seorang pelayan salah mengira dirinya sebagai Dionne Warwick, penyanyi legendaris yang berbeda ras dan usia.
- Insiden ini memicu diskusi tentang 'face blindness' di kalangan selebriti, di mana Quinta Brunson dan Keke Palmer ikut berbagi pengalaman serupa.
- Fenomena salah identitas ini menjadi cerminan bagaimana publik sering kali kesulitan membedakan figur publik, terutama di industri hiburan.

Aktris Lisa Kudrow, yang dikenal luas lewat perannya sebagai Phoebe Buffay dalam serial Friends, baru-baru ini mengungkapkan pengalaman paling aneh yang pernah dialaminya saat berinteraksi dengan penggemar. Saat menjadi bintang tamu dalam acara The Hollywood Reporter's Comedy Actress roundtable, ia menceritakan bagaimana seorang pelayan di sebuah restoran di Los Angeles salah mengidentifikasinya sebagai Dionne Warwick, penyanyi legendaris yang notabene berbeda ras dan berusia 23 tahun lebih tua.
Menurut Kudrow, kejadian itu berlangsung saat ia masih aktif membintangi Friends. Ketika itu, ia mendatangi sebuah deli dan disambut oleh seorang pelayan wanita dengan aksen Eropa Timur. "Dia berkata, 'Saya tahu siapa Anda.' Saya pun tersenyum, lalu dia melanjutkan, 'Anda adalah Dionne Warwick,'" ujar Kudrow. Aktris berusia 62 tahun itu mengaku sempat bingung dan berulang kali membantah, namun pelayan tersebut tetap pada keyakinannya. "Saya hanya bisa berpikir, 'Dia tidak tahu siapa saya?' Lalu saya sadar, 'Tunggu ... Dionne Warwick?'"
Pengakuan Kudrow ini sontak mengundang reaksi dari rekan-rekan sesama aktris komedi yang hadir dalam diskusi tersebut. Quinta Brunson, kreator dan bintang serial Abbott Elementary, menanggapi dengan nada humor. "Saya suka itu. Itu yang namanya face blindness. American face blindness," katanya. Sementara itu, Keke Palmer, yang juga hadir dalam acara tersebut, melontarkan candaan, "Sayang, jika kamu Dionne Warwick, maka aku adalah Stevie Nicks."
Fenomena salah identitas ini rupanya tidak hanya dialami oleh Kudrow. Quinta Brunson mengaku bahwa pengalaman Kudrow membuatnya merasa lebih baik karena ia sendiri sering dikira sebagai aktris kulit hitam lainnya. "'Kamu main di I Love Boosters.' Bukan, itu Keke. Sering sekali," ungkap Brunson. Ia juga menceritakan kejadian serupa yang menimpa Niecy Nash, yang saat menandatangani tanda tangan di luar acara Jimmy Kimmel, malah dipuji karena perannya di Abbott Elementaryโpadahal Nash tidak bermain di serial tersebut. Nash pun bertanya, "Kamu pikir aku siapa? Sheryl, Quinta, atau Janelle?"
Di sisi lain, Hannah Einbinder, bintang serial Hacks, memiliki pengalaman yang berbeda. Ia mengaku lebih menyukai interaksi yang minim dan tanpa kata-kata dengan penggemar, yang ia sebut sebagai "gay person in motion". "Kami berjalan, mereka memberi saya isyarat halus, saya balas dengan anggukan. Tanpa bicara. Itu selalu luar biasa," jelas Einbinder.
Fenomena salah identitas di kalangan selebriti ini sebenarnya bukan hal baru. Di Indonesia, publik pun kerap kesulitan membedakan artis yang memiliki kemiripan fisik, seperti antara beberapa aktris atau penyanyi. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi visual publik sering kali dipengaruhi oleh stereotip atau kurangnya pengenalan mendalam terhadap figur publik. Ke depannya, dengan semakin beragamnya wajah di industri hiburan, insiden seperti ini mungkin akan terus terjadi, namun juga dapat menjadi pengingat akan pentingnya literasi visual dan penghargaan terhadap identitas unik setiap individu.



