AYANEO KONKR Pocket BLOCK: Genggam AI Pertama di Dunia Tuai Kontroversi
Baca dalam 60 detik
- AYANEO melalui sub-brand KONKR meluncurkan konsol genggam Android pertama yang mengusung kecerdasan buatan, bernama Pocket BLOCK.
- Meski mengklaim sebagai pionir AI di perangkat genggam, belum ada penjelasan teknis mengenai fungsi AI yang diusung, memicu skeptisisme publik.
- Reaksi negatif di media sosial menyoroti kekhawatiran bahwa AI hanya menjadi gimmick pemasaran tanpa nilai tambah nyata bagi pengalaman bermain game.

AYANEO, perusahaan yang dikenal dengan inovasi perangkat genggam berbasis Windows dan Android, kembali mengejutkan pasar. Melalui sub-brand terbarunya, KONKR, mereka memperkenalkan KONKR Pocket BLOCK—sebuah konsol genggam yang diklaim sebagai perangkat pertama di dunia yang ditenagai oleh kecerdasan buatan (AI). Perangkat ini mengusung desain vertikal klasik yang dipadukan dengan elemen cyber, namun pengumuman tersebut justru menuai reaksi keras dari komunitas gamer.
Dalam pernyataan resmi, AYANEO menyebut Pocket BLOCK sebagai perangkat yang "memadukan estetika retro dengan desain cyber untuk pengalaman bermain yang lebih cerdas di era AI." Namun, hingga saat ini perusahaan belum merinci secara teknis bagaimana AI diintegrasikan ke dalam sistem. Ketidakjelasan ini memicu gelombang kritik di platform X (sebelumnya Twitter), di mana banyak pengguna mempertanyakan urgensi dan relevansi AI dalam konteks perangkat genggam game.
Para analis menilai bahwa langkah AYANEO ini mencerminkan tren industri yang mulai jenuh dengan inovasi spektakuler. Alih-alih menghadirkan terobosan nyata, beberapa perusahaan kerap menggunakan istilah populer seperti AI untuk membedakan produk mereka di pasar yang kompetitif. Dalam kasus Pocket BLOCK, ketiadaan detail fungsional membuat klaim AI terkesan prematur dan berpotensi merusak kredibilitas merek.
Seorang pengamat teknologi mencatat bahwa perangkat genggam game, terutama yang berbasis Android, sudah memiliki ekosistem aplikasi dan emulasi yang matang. Menambahkan AI tanpa tujuan yang jelas bisa dianggap sebagai langkah pemasaran semata. "Jika AI hanya digunakan untuk mengatur pencahayaan atau suara, itu bukanlah inovasi. Gamer menginginkan performa dan kompatibilitas, bukan fitur abstrak," ujarnya.
AYANEO berjanji akan merilis informasi lebih lanjut dalam waktu dekat. Namun, skeptisisme publik menunjukkan bahwa perusahaan harus bekerja keras untuk meyakinkan pasar bahwa Pocket BLOCK bukan sekadar gimmick. Ke depannya, keberhasilan perangkat ini akan sangat bergantung pada seberapa konkret dan bermanfaat implementasi AI yang ditawarkan.



