Slovakia Ciptakan Kejutan, Hentikan Langkah Italia di Piala Dunia 2010
Baca dalam 60 detik
- Slovakia mengalahkan juara bertahan Italia 3-2 di fase grup Piala Dunia 2010, membuat Italia tersingkir tanpa kemenangan.
- Kekalahan ini menandai akhir era emas Italia yang sebelumnya juara dunia 2006, dengan para pilar seperti Cannavaro dan Pirlo tampil di bawah performa.
- Bagi Slovakia, kemenangan bersejarah ini membawa mereka lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya sebagai negara merdeka.
Pada 24 Juni 2010, dunia sepak bola menyaksikan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia. Slovakia, yang tampil sebagai underdog, berhasil mengalahkan juara bertahan Italia dengan skor 3-2 di Ellis Park, Johannesburg. Kekalahan ini memastikan Italia tersingkir di fase grup tanpa meraih satu pun kemenangan, sebuah akhir yang memalukan bagi skuad yang empat tahun sebelumnya berjaya di Jerman.
Pertandingan ini menjadi penentu nasib Italia setelah dua hasil imbang 1-1 melawan Paraguay dan Selandia Baru. Marcello Lippi, pelatih Italia, menurunkan skuad terbaiknya termasuk Fabio Cannavaro, Daniele De Rossi, dan Andrea Pirlo. Namun, sejak menit awal, Italia tampil lamban dan tidak terorganisir. Slovakia justru menunjukkan permainan agresif dan percaya diri, memanfaatkan kebebasan sebagai tim yang tidak diunggulkan.
Gol pertama Slovakia lahir pada menit ke-25 melalui Robert Vittek, memanfaatkan kesalahan umpan De Rossi. Vittek kembali mencetak gol pada menit ke-73 dari situasi sepak pojok, membuat Italia semakin terpuruk. Meski Antonio Di Natale memperkecil ketertinggalan pada menit ke-81, Slovakia langsung merespons melalui gol Kamil Kopunek pada menit ke-89. Fabio Quagliarella sempat mencetak gol spektakuler pada masa injury time, namun waktu tidak cukup bagi Italia untuk menyamakan kedudukan.
Kekalahan ini menjadi simbol berakhirnya era keemasan Italia. Empat tahun sebelumnya, skuad yang sama berhasil menjuarai Piala Dunia 2006, namun di Afrika Selatan, para pemain kunci seperti Cannavaro, Gattuso, Pirlo, dan Zambrotta tampil jauh dari performa terbaik mereka. Lippi mengakui kegagalannya mempersiapkan tim, sementara Cannavaro menyebut hasil ini sebagai sesuatu yang tidak bisa diterima bagi negara sebesar Italia.
Bagi Slovakia, kemenangan ini adalah pencapaian bersejarah. Sebagai negara yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia sejak merdeka, mereka berhasil melaju ke babak 16 besar. Robert Vittek, yang mencetak dua gol, mengaku bangga dengan semangat dan keberanian timnya. Sayangnya, langkah Slovakia terhenti di babak berikutnya setelah kalah 2-1 dari Belanda.
Pertandingan ini tidak hanya mengejutkan dunia, tetapi juga menjadi pelajaran berharga tentang betapa tipisnya batas antara kejayaan dan kegagalan di panggung sepak bola global. Italia harus menunggu hingga 2021 untuk kembali merasakan gelar juara Eropa, sementara Slovakia hingga kini belum lagi tampil di Piala Dunia.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7268270/original/074430500_1780053866-ChatGPT_Image_May_29__2026__06_22_51_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3553628/original/080070800_1630078606-0_20210827IY_Bali_United_Vs_Persik_Kediri_20.jpg)