George Mangos Incar Penebusan di Road to UFC Usai Kegagalan Kontender Series
Baca dalam 60 detik
- Petarung Australia George Mangos kembali berlaga di Road to UFC setelah kekalahan kontroversial di Dana White's Contender Series yang sempat membuatnya khawatir kehilangan kesempatan masuk UFC.
- Pertemuan dengan Dana White usai laga memberi keyakinan baru bagi Mangos, yang kini bertekad menunjukkan perkembangan drastis di turnamen kelas bulu.
- Mangos menargetkan tiga kemenangan knockout di Road to UFC untuk membangun momentum dan membuktikan dirinya layak mendapatkan kontrak UFC.

George Mangos, petarung featherweight asal Australia, kembali mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di panggung UFC melalui ajang Road to UFC (RTU) musim kelima. Petarung berusia 22 tahun itu akan berhadapan dengan Yuito Yanagawa pada babak pertama turnamen yang digelar Kamis ini, setelah sebelumnya mengalami kekalahan pahit di Dana White's Contender Series (DWCS) musim lalu.
Dalam penampilan perdananya di hadapan CEO UFC, Mangos harus mengakui keunggulan Radley Da Silva melalui keputusan mutlak. Da Silva yang memilih strategi gulat sepanjang pertandingan membuat laga berjalan monoton, sehingga Dana White secara terbuka mengkritik performa tersebut. Mangos mengaku sempat khawatir bahwa kekalahan itu akan menghancurkan peluangnya untuk berlaga di UFC. Namun, pertemuan pasca-pertarungan dengan White justru memberinya harapan baru.
โSetelah pertarungan, Dana White memanggil saya ke kantornya. Saya memintanya untuk segera memberi kesempatan lagi, kapan pun. Dia bilang akan segera bertemu lagi, tapi jangan terburu-buru. Itu sangat melegakan karena saya takut dianggap petarung membosankan,โ ujar Mangos.
Usai kekalahan tersebut, Mangos langsung bangkit dengan mengalahkan Justin Van Heerden melalui TKO ronde pertama dalam laga rematch. Kemenangan itu membersihkan rasa pahit dan membuka jalan untuk kembali ke jalur UFC. Meskipun sempat direncanakan untuk kembali ke DWCS, Mangos memilih bergabung dengan RTU karena turnamen ini menjamin tiga pertarungan dalam setahun, yang dinilainya penting untuk menambah pengalaman internasional.
Mangos menyadari bahwa turnamen RTU mungkin tidak memberikan popularitas sebesar DWCS, namun ia bertekad mengubah persepsi tersebut. โSaya ingin tiga penyelesaian bagus, tiga knockout, sehingga saat masuk UFC nanti, saya sudah punya nama,โ tegasnya. Ia bahkan dengan percaya diri menyatakan diri sebagai favorit juara dan menganggap peserta lain hanya berebut posisi kedua.
Pertarungan melawan Yanagawa akan menjadi ujian pertama bagi Mangos untuk membuktikan bahwa ia telah matang dan layak menjadi bagian dari UFC. โMereka akan melihat petarung yang lebih dewasa dan menghibur. Saya akan melakukan apa yang selalu saya lakukan: mengakhiri pertarungan,โ pungkasnya.


