Remedy Gencar Ekspansi ke Film dan Serial, Target Tingkatkan Penjualan Game Lewat Adaptasi Alan Wake dan Control
Baca dalam 60 detik
- Remedy menjalin kerja sama dengan Annapurna untuk mengadaptasi Alan Wake dan Control ke layar lebar dan serial TV.
- CEO baru Remedy, Jean-Charles Gaudechon, menilai potensi komersial kedua franchise belum maksimal dan akan fokus pada strategi lintas media.
- Langkah ini diambil sebelum merilis game baru, dengan harapan menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan penjualan.

Remedy Entertainment, pengembang game asal Finlandia yang dikenal lewat judul-judul naratif seperti Alan Wake dan Control, resmi menggandeng Annapurna Pictures untuk menghadirkan adaptasi film dan serial televisi dari kedua waralaba tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari strategi baru perusahaan di bawah kepemimpinan CEO Jean-Charles Gaudechon yang baru saja menjabat.
Dalam wawancara dengan The Game Business, Gaudechon mengungkapkan bahwa meskipun Remedy akan tetap fokus pada pengembangan game berbasis cerita, perusahaan juga perlu mengubah kesuksesan kritis menjadi kesuksesan komersial. Menurutnya, Alan Wake dan Control seharusnya mampu menjual lebih banyak dari yang sudah tercapai saat ini. “Sayang sekali, saya pikir Alan Wake seharusnya terjual lebih banyak. Control juga. Itu salah satu hal pertama yang harus kami perbaiki, bahkan sebelum mencoba membuat lebih banyak game,” ujarnya.
Strategi lintas media menjadi kunci utama dalam rencana ekspansi ini. Melalui kerja sama dengan Annapurna, Remedy berharap dapat memperluas jangkauan audiens hingga ke luar komunitas gamer. “Kami perlu berpikir lebih besar tentang bagaimana mendekati IP kami sebagai sebuah waralaba. Bagaimana cara menumbuhkan komunitas? Kesepakatan dengan Annapurna akan membuat game dan waralaba kami bersinar lebih jauh dan menjangkau audiens yang belum ada saat ini,” tambah Gaudechon.
Langkah Remedy ini mencerminkan tren industri game global yang semakin gencar menjajaki medium lain untuk memonetisasi kekayaan intelektual. Adaptasi seperti The Last of Us dari HBO dan Arcane dari Riot Games telah membuktikan bahwa cerita game bisa sukses di layar kaca dan mendorong penjualan game aslinya. Remedy tampaknya ingin mengikuti jejak tersebut, terutama karena kedua waralaba mereka memiliki dunia dan narasi yang kaya, cocok untuk dieksplorasi lebih dalam.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Adaptasi lintas media membutuhkan investasi besar dan risiko kreatif. Namun, Gaudechon optimistis bahwa pendekatan ini akan memperkuat ekosistem Remedy. “Pertama-tama, maksimalkan potensi yang sudah kami miliki, karena itu luar biasa. Dan lintas media akan membantu kami melakukan itu,” tegasnya.
Ke depan, Remedy berencana untuk terus menggarap game baru, namun prioritas saat ini adalah memastikan waralaba yang sudah ada mencapai audiens seluas mungkin. Dengan rilis Control Resonant yang sudah di depan mata, tahun ini akan menjadi ujian bagi strategi baru perusahaan.



