Rumah Baru Dibeli, Keluarga Ini Justru Diteror Rentenir Akibat Utang Pemilik Lama
Baca dalam 60 detik
- Seorang pembeli rumah di Kuala Lumpur menjadi sasaran teror rentenir yang keliru menagih utang pemilik sebelumnya.
- Rentenir menyiram cat merah ke rumah dan mobil korban meski utang sudah dilunasi oleh keluarga pemilik lama.
- Pemerhati keamanan mendesak polisi memburu otak sindikat rentenir, bukan sekadar menangkap anggota lapangan.

Seorang warga Kuala Lumpur, Lim, mengalami teror berkepanjangan setelah rumah yang dibelinya pada 2019 menjadi sasaran penagihan utang oleh rentenir. Kelompok tersebut keliru mengira Lim masih terikat dengan pemilik rumah sebelumnya. Insiden ini diungkap dalam konferensi pers yang digelar oleh Kepala Departemen Pengaduan dan Layanan Publik MCA, Datuk Seri Michael Chong, Selasa (26/5).
Lim membeli rumah di kawasan Overseas Union Garden melalui agen properti pada 2019. Semua berjalan normal hingga Juni 2025, ketika ia menemukan surat ancaman di depan rumah yang menuntut pelunasan utang atas nama anak pemilik sebelumnya. Surat itu memperingatkan bahwa cat merah akan disiramkan ke rumah jika utang tidak dibayar. Lim segera melapor ke polisi, dan situasi sempat tenang hingga awal tahun ini.
Pada 17 Mei lalu, rumah Lim kembali disiram cat merah, kali ini mengenai mobilnya. Padahal, ia menegaskan tidak pernah meminjam uang dari rentenir mana pun. Pengecekan lebih lanjut dengan keluarga pemilik lama menunjukkan bahwa utang yang dimaksud sebenarnya sudah dilunasi. โSaya tidak ada hubungan apa pun dengan Tuan Ku (pemilik sebelumnya),โ ujar Lim dengan nada frustrasi.
Michael Chong menduga bahwa peminjam utang tidak mengubah alamat di kartu identitas saat meminjam uang, sehingga rentenir salah sasaran. Ia mengimbau calon pembeli rumah untuk melakukan penelusuran latar belakang properti sebelum membeli, termasuk berbicara dengan tetangga. โDalam kasus Lim, ia baru tahu dari tetangga bahwa rumah itu sebelumnya sudah menjadi sasaran rentenir,โ kata Chong.
Chong juga menekankan perlunya tindakan hukum yang lebih tegas terhadap otak sindikat rentenir, bukan hanya menangkap anggota lapangan. Ia menyebutkan bahwa sudah ada kasus pembakaran rumah yang menewaskan penghuni dan hewan peliharaan. Wakil Ketua Malaysian Crime Prevention Foundation (MCPF), Datuk Seri Dr. King Lim Chin Fui, yang turut hadir, berjanji akan membawa masalah ini ke Menteri Dalam Negeri dan Inspektur Jenderal Polisi. โKami di sini untuk mendesak polisi memburu dalang di balik kelompok ini. MCPF akan bertemu dengan menteri atau IGP dalam waktu dekat,โ tegasnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa praktik rentenir ilegal masih menjadi momok di Malaysia, dengan modus penagihan yang kerap merugikan pihak tak bersalah. Diperlukan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat untuk memutus rantai kejahatan ini, terutama dengan menargetkan otak intelektual yang selama ini luput dari jeratan hukum.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5132184/original/019290400_1739442775-WhatsApp_Image_2025-02-13_at_17.05.45.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7221281/original/074803200_1780008812-HJcLJQVaQAAbN3D.jpg)