Nuno Espirito Santo Diambang Pintu Keluar: Pertemuan Penentu Nasib di West Ham
Baca dalam 60 detik
- Nuno Espirito Santo akan bertemu petinggi West Ham untuk membahas dampak degradasi, dengan spekulasi kepergiannya semakin kuat.
- Degradasi diperkirakan merugikan West Ham hingga £200 juta, memperparah kerugian £104 juta yang sudah tercatat.
- Penjualan pemain kunci seperti Jarrod Bowen dan Mateus Fernandes tampaknya tak terhindarkan untuk menyeimbangkan keuangan.

Nasib Nuno Espirito Santo sebagai manajer West Ham United berada di ujung tanduk. Pelatih asal Portugal itu dijadwalkan bertemu dengan jajaran direksi klub pada Senin ini untuk mengevaluasi dampak degradasi ke Championship, dengan keyakinan luas bahwa ia akan meninggalkan London Stadium. Pertemuan ini menjadi titik kritis setelah Nuno gagal menyelamatkan The Hammers dari jurang degradasi untuk pertama kalinya sejak 2011.
Nuno, yang meneken kontrak tiga tahun pada September lalu, hanya mampu memetik sembilan kemenangan dari 33 laga Premier League. Meski performa tim sempat membaik di penghujung musim, termasuk kemenangan 3-0 atas Leeds United di laga pamungkas, awal musim yang buruk dan rentetan 10 pertandingan tanpa kemenangan dari November hingga Januari menjadi batu sandungan. Ketua David Sullivan dan wakil ketua Daniel Kretinsky diprediksi menjadi penentu utama dalam rapat tersebut.
Krisis keuangan ini membuat sejumlah pemain bintang masuk daftar jual. Gelandang Mateus Fernandes dikabarkan masuk incaran Manchester United, sementara kapten Jarrod Bowen juga diminati beberapa klub Premier League. Bowen sendiri enggan membahas masa depannya usai pertandingan melawan Leeds. "Ini masih sangat mentah," ujar pemain sayap itu kepada Match of the Day. "Membicarakan masa depan tidak menghormati klub, fans, dan segalanya. Klub ini layak berada di Premier League. Tujuan kami sekarang adalah membawa klub ini kembali ke Premier League."
Kepergian Nuno tampaknya hanya masalah waktu, mengingat hasil pertemuan diperkirakan akan diumumkan pekan ini. West Ham kini harus bersiap menghadapi realitas baru di Championship dengan skuad yang mungkin akan banyak berubah. Fokus jangka pendek adalah mempertahankan inti tim sambil merencanakan kebangkitan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris.



