Lebih dari 170 Ribu Gamer Teken Petisi Desak Sony Segera Produksi Destiny 3
Baca dalam 60 detik
- Petisi di Change.org yang menuntut pengembangan Destiny 3 telah mengumpulkan lebih dari 173.000 tanda tangan, menunjukkan tekanan besar dari komunitas.
- Bungie akan menghentikan konten baru untuk Destiny 2 bulan depan, sementara proyek Marathon menjadi satu-satunya game yang aktif dikembangkan, dan Destiny 3 belum masuk produksi karena keterbatasan anggaran.
- Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk memaksa Sony selaku induk perusahaan memberikan lampu hijau, namun efektivitasnya masih dipertanyakan.

Komunitas penggemar Destiny kembali menunjukkan kekuatan kolektif mereka. Sebuah petisi yang digagas melalui platform Change.org telah mengumpulkan lebih dari 173.000 tanda tangan, mendesak Sony untuk segera menyetujui pengembangan Destiny 3. Aksi ini muncul di tengah ketidakpastian masa depan waralaba tersebut setelah Bungie mengumumkan penghentian konten baru untuk Destiny 2 mulai bulan depan.
Petisi tersebut secara spesifik menyasar Sony sebagai pemilik Bungie, dengan harapan tekanan publik dapat mendorong keputusan strategis. Saat ini, Bungie hanya memiliki Marathon sebagai satu-satunya proyek yang sedang dalam pengembangan aktif. Sementara itu, Destiny 3 belum memasuki tahap produksi, terutama karena kendala anggaran yang membatasi kapasitas studio. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemain setia yang telah lama menanti kelanjutan kisah epik mereka.
Fenomena petisi semacam ini bukanlah hal baru dalam industri game. Sebelumnya, kampanye serupa pernah mendorong pengembang untuk merilis ulang atau melanjutkan waralaba yang sempat mati suri. Namun, dalam kasus ini, tantangannya lebih kompleks. Bungie harus menyeimbangkan sumber daya antara proyek baru dan permintaan komunitas yang menginginkan sekuel langsung. Keputusan Sony untuk memberikan lampu hijau akan sangat bergantung pada evaluasi bisnis jangka panjang, terutama setelah akuisisi senilai $3,6 miliar yang belum sepenuhnya memberikan hasil optimal.
Beberapa analis menilai bahwa meskipun petisi menunjukkan antusiasme tinggi, tekanan publik saja mungkin tidak cukup untuk mengubah rencana strategis perusahaan. Bungie dan Sony kemungkinan akan mempertimbangkan faktor seperti biaya produksi, potensi pendapatan, dan posisi kompetitif di pasar live-service. Dengan berakhirnya dukungan untuk Destiny 2, celah konten ini bisa menjadi momentum bagi Bungie untuk mengevaluasi kembali prioritas pengembangan.
βPetisi ini adalah sinyal jelas bahwa komunitas Destiny masih haus akan konten baru. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Sony dan Bungie, yang harus memikirkan kelangsungan bisnis di tengah persaingan ketat,β ujar seorang pengamat industri.
Ke depannya, hasil dari petisi ini akan menjadi indikator penting tentang sejauh mana suara komunitas dapat memengaruhi kebijakan pengembang besar. Apakah Sony akan merespons dengan mempercepat produksi Destiny 3 atau justru mengalihkan fokus ke proyek lain, hanya waktu yang bisa menjawab. Yang jelas, para penggemar tidak akan tinggal diam saat waralaba favorit mereka terancam vakum.



