Kemenbud Resmikan Pasar Raya Taman Budaya Jawa Tengah di Solo, Dorong Ekosistem Budaya Berkelanjutan
Baca dalam 60 detik
- Kementerian Kebudayaan meresmikan pagelaran seni Pasar Raya Taman Budaya Jawa Tengah ke-2 di Solo pada 1-5 Agustus 2025 sebagai bagian dari strategi pemajuan kebudayaan nasional.
- Menteri Fadli Zon menekankan bahwa pelestarian budaya memerlukan gotong royong seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah, dengan Taman Budaya sebagai ruang hidup warisan takbenda.
- Acara ini diharapkan menjadi jembatan antargenerasi bagi budayawan Indonesia dan memperkuat ekosistem budaya yang dinamis dan berkelanjutan.
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) secara resmi membuka pagelaran seni bertajuk 'Pasar Raya Taman Budaya Jawa Tengah ke-2' yang digelar di Taman Budaya Surakarta, Solo, mulai 1 hingga 5 Agustus 2025. Acara ini menjadi salah satu inisiatif strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi kebudayaan nasional melalui partisipasi aktif masyarakat dan para pegiat seni.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam sambutannya menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam memajukan kebudayaan Indonesia. Menurutnya, Pasar Raya bukan sekadar ajang pameran seni, melainkan momentum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan—dari seniman, akademisi, hingga komunitas lokal—untuk bersama-sama melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan kekayaan budaya bangsa. Tema yang diusung tahun ini, 'Cangcut Gumregut Hangrumat lan Hanggelar Budaya Jawa Tengah', dinilai sangat relevan dalam menggambarkan semangat pelestarian dan pengembangan budaya berbasis partisipasi rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga menyoroti peran strategis Taman Budaya sebagai wahana pelestarian Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Ia membandingkan fungsi museum yang lebih statis sebagai etalase cagar budaya, sementara Taman Budaya diharapkan mampu menghidupkan budaya yang dinamis dan terus berkembang seiring zaman. Hal ini sejalan dengan visi Kemenbud untuk menjadikan ruang-ruang budaya sebagai ekosistem yang hidup dan interaktif.
Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan menyampaikan harapannya agar kegiatan Pasar Raya Taman Budaya dapat menjadi bagian dari ekosistem yang terus tumbuh dan menjadi jembatan antargenerasi bagi para budayawan Indonesia. Dengan melibatkan berbagai kalangan, mulai dari generasi muda hingga senior, acara ini diharapkan mampu menciptakan transfer pengetahuan dan nilai-nilai budaya secara berkelanjutan.
Penyelenggaraan Pasar Raya Taman Budaya Jawa Tengah ke-2 ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendorong industri kreatif berbasis budaya. Ke depan, model serupa diharapkan dapat direplikasi di daerah lain untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku seni. Dengan pendekatan partisipatif dan inklusif, kebudayaan Indonesia tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan sebagai aset strategis bangsa.



