Rafael Jodar: Bintang Muda Spanyol yang Siap Bersinar di Roland-Garros
Baca dalam 60 detik
- Petenis 19 tahun asal Spanyol, Rafael Jodar, melesat dari peringkat 900 besar ke posisi 34 dunia dalam waktu kurang dari setahun.
- Dengan tiga gelar ATP Challenger 2025 dan kemenangan atas pemain top seperti Alex de Minaur, Jodar dinilai memiliki potensi masuk 10 besar dunia.
- Keunikan Jodar adalah tim yang sangat kecilโhanya ditemani sang ayah sebagai pelatihโmenjadi sorotan para analis tenis global.

Rafael Jodar, remaja asal Spanyol yang baru berusia 19 tahun, menjadi sorotan utama menjelang Perancis Terbuka 2026. Absennya Carlos Alcaraz turnamen ini membuka peluang bagi Jodar untuk menjadi pusat perhatian di Roland-Garros. Dalam setahun terakhir, ia melesat dari peringkat di luar 900 besar ke posisi 34 dunia, sebuah lonjakan yang jarang terjadi di era modern tenis.
Jodar memulai musim 2026 di peringkat 168, tetapi setelah tampil impresif di Australia Terbuka dan Miami Terbuka, ia berhasil menembus 100 besar. Puncaknya terjadi saat ia merebut gelar ATP perdananya di Grand Prix Hasan II di Maroko, mengalahkan veteran Marco Trungelliti. Tak berhenti di situ, semifinal Barcelona Terbuka membawanya ke 50 besar untuk pertama kalinya. Kecepatan perkembangannya membuat banyak pengamat membandingkannya dengan generasi emas tenis Spanyol sebelumnya.
- Peringkat awal 2026: No. 168 โ Peringkat saat ini: No. 34 (per April 2026)
- Gelar ATP Challenger 2025: 3
- Kemenangan atas pemain top 10: Alex de Minaur (Madrid 2026)
- Rekor di Masters 1000: Perempat final Madrid dan Roma 2026
Keunikan Jodar tidak hanya pada kemampuannya di lapangan, tetapi juga pendekatannya yang minimalis. Ia hanya ditemani sang ayah, Rafael Sr., yang duduk sendirian di kotak pelatih. Mantan petenis ganda Inggris Colin Fleming memuji kesederhanaan ini, namun memperkirakan timnya akan bertambah seiring perkembangan kariernya. Marion Bartoli, mantan juara Wimbledon, menyarankan penambahan pelatih kebugaran karena Jodar kerap kehilangan stamina di set akhir. Sementara itu, Jim Courier, pemenang empat Grand Slam, menyebut perjalanan Jodar sebagai "spektakuler" dan memuji keberanian keluarga Jodar yang berhasil membuat kemajuan luar biasa hanya dalam tiga bulan.
Di Madrid Terbuka, Jodar mengejutkan banyak pihak dengan mengalahkan unggulan kelima Alex de Minaur dan rekan mudanya Joao Fonseca, sebelum akhirnya dihentikan oleh petenis nomor satu dunia Jannik Sinner. Sinner sendiri menulis "What a player!" di lensa kamera usai pertandingan, sebuah pengakuan yang langka dari pemain papan atas. Bartoli memuji kemampuan Jodar dalam mengarahkan backhand dan ketenangannya saat bermain di bawah tekanan, termasuk saat tampil di depan para pemain Real Madrid.
Dengan tinggi 193 cm, Jodar mewakili generasi baru petenis yang atletis, cepat, dan efisien. Bartoli menekankan bahwa Jodar tidak pernah terburu-buru dalam membangun poin, meskipun ia kerap mengambil bola lebih awal. Kelemahan yang perlu diasah adalah daya tahan fisik, seperti terlihat saat ia kehilangan tenaga setelah memenangi set pertama melawan Arthur Fils di Barcelona. Namun, potensinya untuk masuk 10 besar dunia dinilai sangat realistis, bahkan dalam dua tahun ke depan.
Menjelang Roland-Garros, Jodar telah memastikan tempat di perempat final Masters 1000 Roma, menunjukkan konsistensi di level tertinggi. Jika ia mampu mempertahankan performa dan mengelola kebugaran, bukan tidak mungkin ia menjadi bintang terbesar di Paris tahun ini. Tenis Spanyol kembali memiliki wajah baru yang siap bersaing di panggung global.



