Emma Raducanu Siap Unjuk Gigi di Strasbourg Usai Pulih dari Sakit, Reuni dengan Pelatih Juara AS Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Emma Raducanu akan menjalani laga perdananya di musim tanah liat 2026 saat menghadapi Diane Parry di Strasbourg, setelah absen lebih dari dua bulan akibat infeksi pasca-virus.
- Petenis peringkat satu Inggris itu kembali menggandeng Andrew Richardson, pelatih yang membawanya juara US Open 2021, dalam upaya membangun konsistensi performa.
- Turnamen WTA 500 ini menjadi ajang pemanasan krusial jelang Prancis Terbuka, di mana Raducanu dipastikan tidak akan menjadi unggulan setelah peringkatnya turun ke posisi 37.

Emma Raducanu akhirnya kembali ke kompetisi WTA setelah absen lebih dari dua bulan akibat penyakit pasca-viral. Petenis berusia 23 tahun itu dijadwalkan menghadapi Diane Parry asal Prancis pada babak pertama Internationaux de Strasbourg, Selasa (19/5/2026), dalam turnamen tanah liat pertamanya musim ini.
Raducanu menerima tempat pengganti pemain top 30 di ajang WTA 500 tersebut. Ia akan ditemani oleh Andrew Richardson, pelatih yang membimbingnya meraih gelar grand slam di US Open 2021. Reuni ini menjadi sorotan mengingat Raducanu sempat memutuskan kerja sama dengan Richardson tak lama setelah kemenangan bersejarah itu, dengan alasan membutuhkan pelatih berpengalaman di level WTA. Namun, setelah berganti-ganti pelatih selama hampir lima tahun, ia kembali ke figur yang dianggapnya paling memahami permainannya.
Madison Keys, yang sempat menjadi lawan potensial Raducanu di babak kedua, dipastikan mundur karena cedera paha kiri. Parry sendiri datang dalam performa impresif setelah memenangkan WTA 125 Clarins pada hari Minggu, mengalahkan Keys yang tidak bisa melanjutkan pertandingan final meski memenangi set pertama.
"Saya rasa keputusan Emma untuk kembali ke Andrew adalah langkah tepat. Mereka memiliki hubungan dari masa lalu, dan konsistensi serta kontinuitas sangat penting, terutama menjelang musim lapangan rumput yang akan menjadi sorotan paling intens," ujar Tim Henman, mantan semifinalis Wimbledon, kepada Sky Sports.
Laura Robson, mantan petenis nomor satu Inggris, menambahkan bahwa kehadiran Richardson memberikan rasa nyaman bagi Raducanu. "Kembali dengan suara yang akrab, seseorang yang sudah Anda percayai dan telah melalui banyak hal bersama, terasa sangat menenangkan. Terutama setelah ia baru pulih dari sakit berkepanjangan," kata Robson.
Raducanu telah melalui serangkaian pelatih dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Torben Beltz, Dmitry Tursunov, Sebastian Sachs, Nick Cavaday, dan Francisco Roig. Tak satu pun dari kerja sama itu bertahan lama. Komentator utama Sky Sports, Jonathan Overend, menilai Raducanu masih dalam proses evaluasi diri untuk menemukan keseimbangan yang tepat. "Ia menghabiskan banyak waktu untuk mengevaluasi ulang. Itu menjelaskan mengapa ia berganti pelatih berkali-kali. Tantangan itu terus berlanjut, dan menemukan keseimbangan memang sulit," ujar Overend.
Di Strasbourg, Raducanu akan menghadapi persaingan ketat dari pemain-pemain seperti Victoria Mboko, Ekaterina Alexandrova, Iva Jovic, Clara Tauson, Liudmila Samsonova, Marie Bouzkova, dan Leylah Fernandez. Turnamen ini menjadi ujian awal apakah reuni dengan Richardson dapat membawa stabilitas yang selama ini dicarinya.



