Deretan Gelandang Terbaik Dunia 2026: Dari Zubimendi hingga Rice Mendominasi Papan Atas
Baca dalam 60 detik
- Martin Zubimendi sukses merebut tempat utama di Timnas Spanyol berkat performa gemilang bersama Arsenal, menggeser Rodri yang sebelumnya tak tergantikan.
- Joao Neves dan Vitinha menjadi motor PSG meraih treble winner, termasuk gelar Liga Champions, membuktikan dominasi gelandang Portugal di panggung Eropa.
- Declan Rice terus menunjukkan kelas dunia dengan kontribusi gol dan assist yang konsisten, menjadikannya pilar utama Arsenal dan Timnas Inggris.

Dunia sepak bola tengah menyaksikan era keemasan para gelandang serba bisa. Dari lini tengah yang menjadi pusat kendali permainan, sejumlah nama muncul sebagai yang terbaik di planet ini. Berdasarkan performa konsisten, kontribusi gol, serta pengaruh di klub dan negara, berikut adalah jajaran gelandang elite yang mendominasi panggung sepak bola global pada 2026.
Martin Zubimendi menjadi fenomena tersendiri. Setelah pindah dari Real Sociedad ke Arsenal dengan nilai transfer besar, pemain asal Spanyol ini langsung menunjukkan kualitasnya. Ia bahkan berhasil menjadi starter reguler di Timnas Spanyol, menggeser Rodri yang sebelumnya dianggap tak tersentuh. Rekan setimnya di Arsenal, Declan Rice, memuji ketenangan dan kecerdasannya dalam mengatur tempo permainan. Zubimendi tak hanya piawai bertahan, tetapi juga mampu mendistribusikan bola akurat dan mencetak gol penting, seperti tendangan spektakulernya ke gawang Chelsea.
Joao Neves menjadi bukti lain bahwa gelandang Portugal tengah naik daun. Musim perdananya bersama PSG berjalan sempurna: ia menjadi bagian penting dalam keberhasilan klub meraih treble winner, termasuk Liga Champions. Dengan harga awal Β£50 juta dari Benfica, Neves menjelma sebagai pemain kunci di lini tengah Les Parisiens. Kemampuannya dalam membangun serangan dari belakang dan visi bermainnya membuatnya dijuluki sebagai 'otak' permainan PSG.
Dominik Szoboszlai mengalami transformasi di Liverpool. Di bawah asuhan Arne Slot, pemain Hongaria ini ditempatkan di peran lebih maju dan berhasil meningkatkan produktivitas golnya. Manajer Liverpool menyebutnya sebagai pemain yang 'luar biasa' dan menjadi salah satu kunci keberhasilan The Reds meraih gelar Premier League dengan nyaman. Sementara itu, Scott McTominay membuktikan bahwa kepindahannya dari Manchester United ke Napoli adalah langkah tepat. Ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Serie A setelah membawa Napoli juara, dan bahkan finis di peringkat 18 Ballon d'Or 2025.
Moises Caicedo mulai menunjukkan nilai transfernya yang mencapai Β£115 juta. Gelandang Chelsea ini, yang awalnya dikenal sebagai pemain bertahan murni, kini mulai menambah gol dan assist dalam permainannya. Ia dengan cepat menjadi salah satu gelandang terbaik di Premier League. Namun, puncak daftar gelandang dunia masih didominasi oleh nama-nama seperti Federico Valverde, Jude Bellingham, Pedri, dan Declan Rice. Valverde mencetak hat-trick di Liga Champions melawan Manchester City, sementara Bellingham terus bersinar di Real Madrid dengan nomor punggung legendaris 5. Pedri, meski baru berusia 22 tahun, sudah mendapatkan pujian dari para legenda Barcelona dan menjadi motor permainan tim Catalan. Rice, dengan kemampuan set-piece dan permainan all-round-nya, menjadi pilar tak tergantikan di Arsenal dan Inggris.
Persaingan di lini tengah semakin ketat dengan munculnya talenta-talenta baru yang siap menggeser para senior. Dengan kombinasi antara pengalaman, teknik, dan kecerdasan taktik, para gelandang ini tidak hanya menjadi pengatur ritme, tetapi juga penentu kemenangan timnya. Masa depan sepak bola dunia tampaknya akan terus diwarnai oleh dominasi para maestro lini tengah ini.



