Panglima TNI Lantik Brigjen Muhammad Nas sebagai Kapuspen, Empat Jabatan Strategis Lain Juga Dirotasi
Baca dalam 60 detik
- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto resmi melantik Brigjen Muhammad Nas sebagai Kepala Pusat Penerangan TNI, menggantikan Mayjen Aulia Dwi Nasrullah yang beralih ke posisi Wakabais.
- Rotasi jabatan ini juga mencakup pergantian di Pusat Kerjasama Internasional, Pusat Informasi dan Pengolahan Data, serta Pusat Pengendalian Operasi TNI.
- Pergantian personel ini merupakan bagian dari pembinaan organisasi untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan meningkatkan efektivitas tugas TNI.

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Agus Subiyanto, secara resmi melantik Brigadir Jenderal Muhammad Nas sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI dalam sebuah upacara yang digelar di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis (21/5). Pelantikan ini menandai perubahan penting di jajaran humas dan komunikasi institusi pertahanan negara.
Muhammad Nas menggantikan Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah yang mendapat penugasan baru sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Strategis (Wakabais) TNI. Prosesi serah terima jabatan ini tidak hanya berlangsung di pos Kapuspen, melainkan juga mencakup empat jabatan strategis lainnya di lingkungan TNI. Kolonel Infanteri Perry Sandhi Sitompul diangkat sebagai Kepala Pusat Kerjasama Internasional (Kapusperkersin) menggantikan Laksamana Pertama Donny Suharto. Sementara itu, jabatan Kepala Pusat Informasi dan Pengolahan Data (Kapusinfolahta) beralih dari Brigjen Wawan Pujiatmoko kepada Brigjen Heldi Wira. Di sektor pengendalian operasi, Kolonel Infanteri Lukman Hakim ditunjuk sebagai Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Kapusdalops) menggantikan Brigjen Hendri Wijaya.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Puspen TNI pada Jumat (22/5), Panglima TNI menekankan bahwa rotasi jabatan merupakan mekanisme pembinaan organisasi dan personel yang lazim di tubuh TNI. Langkah ini bertujuan menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas di setiap satuan. Agus Subiyanto juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap dinamika tugas dan inovasi berkelanjutan demi kemajuan institusi.
Pengamat militer menilai bahwa rotasi ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis. Penempatan Brigjen Muhammad Nas di pos Kapuspen, misalnya, diharapkan mampu memperkuat komunikasi publik TNI di tengah tantangan informasi yang semakin kompleks. Sementara itu, mutasi di bidang kerjasama internasional dan pengolahan data mengindikasikan fokus TNI pada diplomasi pertahanan dan modernisasi sistem informasi.
Ke depannya, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi antarunit serta responsivitas TNI terhadap berbagai ancaman dan peluang, baik di dalam negeri maupun di kancah global. Rotasi personel secara berkala menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga profesionalisme dan kesiapan operasional TNI.



