Kritik pedas Paus Leo XIV memberikan dimensi moral yang mendalam bagi rentetan kegagalan diplomatik pekan ini. Di saat dialog AS-Iran di Islamabad berakhir buntu (via RFI) dan pertempuran tetap berkecamuk di Ukraina meski di hari Paskah, Vatikan melihat ini bukan sekadar kegagalan politik, melainkan krisis spiritual global.
Penyebutan "penyembahan berhala" terhadap perang adalah teguran langsung bagi para aktor yang lebih memprioritaskan "kekuatan ekonomi penuh" (via Anadolu) dan keunggulan taktis militer (via TIME) daripada nyawa manusia. Bagi Paus, ekonomi digital yang kita bahas—seperti rekor inflow ETF Bitcoin atau JPM Coin—menjadi tidak berarti jika fondasi perdamaian dunia runtuh akibat egoisme para penguasa.
• Idolatry of Power: Peperangan dianggap sebagai berhala baru yang disembah melalui anggaran militer masif.
• Kegagalan Paskah: Kekecewaan mendalam atas pelanggaran gencatan senjata di tanah Ukraina.
• Krisis Kemanusiaan: Desakan agar bantuan kemanusiaan segera mencapai Lebanon dan Gaza tanpa hambatan politik.
• Pesan Utama: "Perdamaian tidak akan pernah datang dari meja perundingan yang didasari rasa takut, melainkan dari keberanian untuk menghancurkan berhala kekuasaan."




