Studi Baru: Memasak Sendiri di Rumah Minimal Sekali Seminggu Dapat Menurunkan Risiko Demensia
Baca dalam 60 detik
- Temuan Utama: Memasak setidaknya satu kali seminggu di rumah dapat secara signifikan menurunkan risiko penurunan kognitif dan demensia, terutama bagi lansia.
- Efek Luar Biasa Bagi Pemula: Studi menemukan bahwa lansia dengan keterampilan memasak yang minim justru mendapatkan penurunan risiko demensia hingga 67% ketika mereka memasak dari awal setidaknya sekali sepekan.
- Alasan Medis: Aktivitas memasak melatih fungsi fisik dan kognitif secara bersamaan, mulai dari tahap perencanaan resep, belanja bahan, hingga eksekusi yang merangsang saraf otak.

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology & Community Health mengungkapkan temuan menarik terkait kebiasaan memasak dan kesehatan otak. Memasak makanan sendiri di rumah ternyata tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik seperti mencegah diabetes atau obesitas, tetapi juga mampu mengurangi risiko penurunan fungsi kognitif atau demensia, khususnya pada orang dewasa yang lebih tua.
Penelitian yang melibatkan hampir 11.000 partisipan berusia 65 tahun ke atas dari Japan Gerontological Evaluation Study ini menemukan fakta bahwa kegiatan memasak menuntut rangsangan mental yang kompleks. Kegiatan seperti merencanakan menu, memilih bahan, hingga mengikuti resep dapat memberikan stimulasi kognitif yang vital bagi kesehatan otak.
- Penurunan Risiko Umum: Memasak makanan dari awal (from scratch) dikaitkan dengan penurunan risiko demensia sebesar 23% pada pria dan 27% pada wanita.
- Dampak pada Pemula: Bagi mereka yang memiliki keterampilan memasak rendah, memasak dari awal setidaknya sekali seminggu dapat menurunkan risiko demensia hingga 67%.
- Manfaat Fisik dan Mental: Memasak mendorong pola makan yang lebih sehat, memberikan latihan fisik ringan (seperti berbelanja dan mempersiapkan makanan), serta stimulasi kognitif.
Menurut Yukako Tani, PhD, peneliti utama dari Institute of Science Tokyo, hasil ini sangat menarik terutama bagi mereka yang baru belajar memasak. "Tindakan memasak itu sendiri memberikan stimulasi kognitif dan kesempatan belajar yang bermanfaat bagi kesehatan otak. Memasak adalah aktivitas yang lebih baru secara kognitif bagi juru masak pemula dibandingkan dengan juru masak ahli," jelasnya.
| Tips Memulai Kebiasaan Memasak | Contoh Praktis |
|---|---|
| Mulai dari hal mendasar | Rebus air, buat telur orak-arik dengan tambahan sayuran. |
| Fokus pada makanan favorit | Buat versi sehat dari makanan yang memang Anda sukai. |
| Gunakan jalan pintas cerdas | Manfaatkan sayuran potong, ayam panggang siap saji, atau kacang kalengan. |
Para ahli gizi menekankan bahwa tidak perlu menjadi koki profesional untuk mendapatkan manfaat ini. Membangun kepercayaan diri dan rutinitas secara bertahap—meski hanya memasak hidangan sederhana satu atau dua kali seminggu—sudah merupakan langkah berharga untuk menjaga fungsi otak dan kemandirian di usia senja.



