Keputusan Kontroversial Pierre Gasly Bertahan di Alpine Kini Mulai Masuk Akal
Baca dalam 60 detik
- Keputusan Pierre Gasly untuk bertahan dan memperpanjang kontrak bersama Alpine hingga 2028 sempat dipertanyakan karena tim tersebut hancur lebur dan menjadi juru kunci pada musim balap 2025.
- Analisis terbaru menunjukkan bahwa langkah radikal manajemen Alpine yang dipimpin Flavio Briatore untuk beralih menggunakan mesin Mercedes ternyata berhasil mengubah sasis A526 menjadi penantang yang tangguh.
- Lewat dua balapan pertama di musim 2026 ini, Gasly berhasil menduduki peringkat ketujuh dunia (mengungguli nama besar seperti Max Verstappen) dan membawa Alpine naik jauh dari dasar klasemen konstruktor.

Ketika Pierre Gasly memutuskan untuk memperpanjang kontraknya dengan Alpine hingga tahun 2028 pada September lalu, banyak pihak di padok Formula 1 yang mengerutkan dahi. Kini, seiring berjalannya awal musim 2026, keputusan yang awalnya dianggap dipertanyakan itu mulai menunjukkan hasil manis.
Melansir analisis dari Beyond the Flag pada Senin (23/3/2026), keraguan publik muncul karena musim 2025 merupakan salah satu masa terkelam bagi skuad Alpine. Tim pabrikan asal Prancis tersebut memiliki salah satu mobil paling lambat di lintasan, yang pada akhirnya memaksa manajemen di bawah kendali Flavio Briatore untuk mengambil langkah radikal: meninggalkan pengembangan mesin buatan sendiri dan beralih menggunakan pasokan mesin Mercedes untuk era regulasi baru.
Pertaruhan pembalap berusia 30 tahun itu terbukti jitu. Hanya dalam dua balapan pertama musim 2026, mobil A526 menunjukkan peningkatan performa yang drastis. Alpine yang tahun lalu menjadi juru kunci, kini bertengger di posisi ketujuh klasemen konstruktor. Bahkan secara mengejutkan, Gasly saat ini mengantongi 9 poin dan duduk di P7 klasemen kejuaraan dunia, melampaui raihan bintang papan atas seperti Max Verstappen (Red Bull) dan Oscar Piastri (McLaren).
- Faktor Kunci: Perpaduan antara sasis baru A526 yang solid dan keputusan tim untuk menggunakan mesin Mercedes.
- Posisi Klasemen (Maret 2026): Alpine naik ke P7 konstruktor, sementara Gasly (P7 klasemen pembalap) sukses mengungguli Verstappen dan Piastri.
- Potensi Masa Depan: Jeda satu bulan menuju GP Miami pada April nanti memberikan kesempatan bagi Alpine untuk mengimplementasikan paket pembaruan sasis guna mengincar target yang lebih tinggi.
Mengingat Alpine akhirnya berhasil meracik mobil yang sesuai dengan regulasi baru, harapan Gasly untuk kembali mencicipi podium kini bukan lagi sekadar isapan jempol, terutama jika tim dapat menyempurnakan strategi manajemen energi. Berikut adalah perbandingan singkat performa Gasly di awal musim ini:
| Indikator Performa | Musim 2025 (Akhir) | Awal Musim 2026 (2 Balapan) |
|---|---|---|
| Pemasok Mesin Alpine | Renault (In-house) | Mercedes |
| Posisi Klasemen Konstruktor | P10 (Juru Kunci) | P7 |
| Posisi Klasemen Pierre Gasly | Papan Bawah | P7 (9 Poin) |



