Sinyal Perang Hijau: Amerika Serikat Pimpin Koalisi untuk Batalkan Kerangka Kerja Net-Zero IMO
Baca dalam 60 detik
- Pemerintahan Amerika Serikat secara resmi mengajukan pembatalan Net-Zero Framework (NZF) dalam pertemuan IMO mendatang, menyebut regulasi tersebut cacat dan berbahaya bagi ekonomi pelayaran global.
- AS menuntut perlindungan bagi bahan bakar konvensional dan LNG, sementara Jepang mengusulkan sistem pasar daripada pajak karbon untuk menjembatani perbedaan pendapat antar anggota.
- Tiongkok menentang metodologi penghitungan emisi yang dianggap diskriminatif dan mendesak penerapan teknologi penangkapan karbon di atas kapal (Onboard Carbon Capture) sebagai solusi dekarbonisasi.

Masa depan dekarbonisasi pelayaran internasional berada di ujung tanduk. Pemerintah Amerika Serikat secara resmi menyerukan pembatalan total terhadap Net-Zero Framework (NZF), sebuah regulasi ambisius yang dirancang untuk menghapus emisi karbon pelayaran global pada tahun 2050.
Dalam dokumen pengajuan terbaru untuk pertemuan Komite Perlindungan Lingkungan Laut (MEPC) ke-84 mendatang, Washington melabeli kerangka kerja tersebut sebagai produk yang "cacat". Delegasi AS berargumen bahwa NZF akan memberikan dampak ekonomi yang mengerikan bagi industri pelayaran dan konsumen global, serta mengubah Organisasi Maritim Internasional (IMO) menjadi "bank iklim global" yang melampaui wewenangnya.
Langkah agresif AS ini mendapat tantangan dari negara maritim besar lainnya yang mencoba mencari jalan tengah. Jepang, misalnya, mengusulkan revisi signifikan dengan menghapus sistem pajak karbon wajib dan menggantinya dengan perdagangan unit surplus di pasar. Sementara itu, Tiongkok memfokuskan keberatannya pada metodologi penghitungan emisi yang dianggap diskriminatif terhadap bahan bakar elektronik (e-fuels) dan mendesak pengakuan terhadap teknologi penangkapan karbon di atas kapal (OCCS).
- Posisi AS: Menuntut pembatalan total NZF karena dianggap mustahil secara hukum untuk diterapkan pada Maret 2027 dan merusak ekonomi.
- Usulan Jepang: Menolak "pajak" karbon, beralih ke mekanisme pasar Surplus Units (SUs) untuk menyeimbangkan defisit intensitas bahan bakar gas rumah kaca.
- Tuntutan Tiongkok: Menolak penghitungan emisi infrastruktur hanya untuk e-fuels dan mendesak teknologi Carbon Capture (OCCS) dimasukkan dalam standar emisi.
Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, kini menghadapi tugas berat untuk menyatukan pandangan yang sangat bertolak belakang ini sebelum sidang pleno pada pertengahan Oktober mendatang. Berikut adalah ringkasan posisi tiga kekuatan besar maritim dunia terkait masa depan NZF:
| Negara | Status Kebijakan | Fokus Utama |
|---|---|---|
| Amerika Serikat | Tolak Total (Abort) | Perlindungan ekonomi dan bahan bakar konvensional/LNG/Nuklir. |
| Jepang | Revisi Moderat | Penghapusan pajak wajib; fokus pada perdagangan unit emisi. |
| Tiongkok | Teknis & Metodologi | Penerapan Onboard Carbon Capture dan keadilan akuntansi karbon. |



