Hasil tes pra-musim di Bahrain telah mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh paddock. Tiga tokoh sentral F1—Lewis Hamilton, Toto Wolff, dan Zak Brown—secara tidak lazim memberikan pujian terbuka sekaligus peringatan mengenai performa dominan yang ditunjukkan oleh Scuderia Ferrari.
Secara teknis, optimisme Ferrari didukung oleh data telemetri yang menunjukkan konsistensi luar biasa pada ban kompon keras selama simulasi balap. Lewis Hamilton mengamati bahwa mobil Ferrari tampak "terpaku" di lintasan, sebuah indikasi bahwa Maranello telah berhasil memecahkan masalah keseimbangan aerodinamika yang menghambat mereka di musim-musim sebelumnya. Bagi Toto Wolff, kecepatan Ferrari adalah pengingat pahit bahwa Mercedes masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam hal efisiensi drag.
Reaksi Paddock terhadap Ferrari:
Bagi Ferrari, pengakuan dari rival utama ini adalah validasi atas arah pengembangan teknis yang mereka ambil di bawah kepemimpinan Fred Vasseur. Namun, sejarah mencatat bahwa kecepatan di Bahrain tidak selalu berujung pada gelar juara. Tantangan bagi Ferrari sekarang adalah menjaga keunggulan ini tetap konsisten di berbagai karakteristik sirkuit sepanjang kalender 2026 yang padat.
Menatap ke depan, sesi kualifikasi pertama musim ini akan menjadi momen kebenaran. LyndNews memprediksi bahwa pertarungan antara Ferrari dan Red Bull akan menjadi fokus utama, sementara Mercedes dan McLaren akan berjuang keras untuk menutup celah teknis sebelum masuk ke balapan-balapan Eropa. Atensi dunia kini tertuju pada Maranello: apakah ini benar-benar tahun kebangkitan total mereka?




