Dunia sepak bola internasional bersiap menyambut kembalinya salah satu pemikir taktis paling terkemuka ke kursi kepelatihan. Berdasarkan laporan Football Espana pada 25 Februari 2026, Xavi Hernandez muncul sebagai kandidat terdepan untuk mengambil alih posisi pelatih kepala Tim Nasional Maroko. Langkah ambisius Federasi Sepak Bola Maroko ini bertujuan untuk memantapkan posisi mereka sebagai kekuatan elit global menjelang putaran final Piala Dunia.
Filosofi 'Tiki-Taka' untuk Singa Atlas
Penunjukan Xavi dipandang sebagai upaya Maroko untuk melakukan evolusi gaya bermain dari pragmatis menjadi lebih dominan. Secara teknis, Xavi diharapkan mampu mengintegrasikan filosofi penguasaan bola dan posisi (Juego de Posicion) ke dalam skuad Maroko yang sudah memiliki talenta teknis tinggi seperti Achraf Hakimi dan Brahim Diaz. Reputasi Xavi dalam mengembangkan pemain muda di Barcelona menjadi daya tarik tersendiri bagi Maroko yang memiliki generasi emas baru yang siap meledak di panggung dunia.
Di tahun 2026, persaingan di level internasional menuntut fleksibilitas taktis yang sangat tinggi. Bagi Xavi, tantangan ini merupakan kesempatan untuk membuktikan kualitasnya di luar ekosistem klub setelah masa baktinya yang penuh tekanan di Camp Nou. Koneksi budaya dan kedekatan geografis antara Spanyol dan Maroko juga dianggap mempermudah proses adaptasi bagi sang pelatih dalam membangun identitas baru bagi 'Singa Atlas'.
Ekspektasi Besar di Panggung Dunia
Jika kesepakatan ini terealisasi, Maroko akan menjadi salah satu tim yang paling diperhatikan secara taktis di Piala Dunia mendatang. Federasi Maroko dikabarkan siap memberikan kendali penuh kepada Xavi untuk merestrukturisasi pendekatan teknis tim. Kini, pembicaraan sedang memasuki fase krusial, dan keputusan akhir dari Xavi akan menentukan apakah proyek ambisius ini akan menjadi sejarah baru bagi sepak bola Afrika atau sekadar eksperimen taktis yang berisiko.




