Ketegangan antara Teheran dan Washington kini memasuki fase krusial dengan adanya tawaran diplomasi baru di tengah risiko eskalasi militer. Berdasarkan laporan Kyiv Post pada 23 Februari 2026, pemerintah Iran menyatakan kesiapannya untuk mengurangi stok uranium yang diperkaya tinggi sebagai imbalan atas pencabutan sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat. Sinyal ini muncul setelah serangkaian negosiasi di Oman yang menunjukkan jurang perbedaan mendalam terkait lingkup dan waktu pelonggaran sanksi.
Tawaran Konsesi dan Pengawasan Internasional
Iran mengusulkan skema pengiriman sekitar setengah dari stok uranium yang diperkaya tinggi ke luar negeri, pengenceran stok yang tersisa, serta partisipasi dalam konsorsium pengayaan regional. Secara teknis, ini merupakan langkah untuk meredam kekhawatiran Washington mengenai ambang batas senjata nuklir (weapons-grade level). Sebagai kompensasi, Teheran menuntut pengakuan AS atas hak mereka untuk melakukan pengayaan nuklir damai serta keterlibatan perusahaan AS sebagai kontraktor di sektor minyak dan gas Iran.
Meskipun Iran menawarkan pengawasan luas oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), risiko eskalasi tetap tinggi. Presiden Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan serangan militer terbatas sebagai bentuk tekanan maksimal. Di sisi lain, Iran juga menghadapi tekanan domestik akibat krisis ekonomi yang diperparah oleh sanksi. Diplomasi ini dianggap sebagai upaya Teheran untuk menyeimbangkan stabilitas internal dengan ambisi strategis regionalnya di tengah hubungan yang erat dengan Rusia dan bayang-bayang kehadiran militer AS yang meningkat di Timur Tengah.
Prospek Kesepakatan Interim
Pertemuan antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dan utusan khusus AS Steve Witkoff di Jenewa pada akhir pekan ini akan menjadi penentu apakah solusi diplomatik masih memungkinkan. Meskipun peluang untuk kesepakatan interim terbuka, hambatan utama tetap pada mekanisme verifikasi dan jaminan keberlanjutan pencabutan sanksi. Dunia internasional kini memantau apakah Teheran benar-benar akan melakukan pengenceran uranium secara fisik atau hanya sekadar manuver retoris untuk mengulur waktu di tengah kebuntuan negosiasi yang panjang.




