Malam Keajaiban di Naples: Como 1907 Pulangkan Napoli Lewat Drama 14 Penalti
Baca dalam 60 detik
- Kejutan Maradona: Como 1907 menyingkirkan raksasa Napoli di kandangnya sendiri melalui adu penalti (7-6) setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit waktu normal.
- Mentalitas Baja: Sempat unggul lewat penalti Martin Baturina dan kemudian disamakan oleh Antonio Vergara, skuad asuhan Cesc Fabregas menunjukkan ketenangan luar biasa dalam babak "sudden death".
- Pahlawan Mistar: Penyelamatan krusial kiper Jean Butez terhadap eksekusi Stanislav Lobotka menjadi penentu lolosnya I Lariani ke semifinal Coppa Italia.

NAPLES, LyndNews β Stadion Diego Armando Maradona yang biasanya angker bagi tim tamu, berubah menjadi panggung pesta bagi Como 1907 pada Rabu (11/2) dini hari. Dalam laga perempat final Coppa Italia yang menyesakkan dada, klub milik konglomerat Indonesia ini membuktikan bahwa kesenjangan kualitas individu bisa dijembatani oleh disiplin taktis dan ketahanan mental. Kemenangan 7-6 lewat adu penalti atas Napoli bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari persiapan matang Cesc Fabregas menghadapi skenario terburuk.
Analisis Pertandingan: Disiplin vs Dominasi Semu
Secara statistik, Napoli mendominasi penguasaan bola, namun Como bermain jauh lebih efektif dalam mengeksploitasi ruang transisi. Gol pembuka dari titik putih oleh Martin Baturina di menit ke-39 adalah hasil dari tekanan pressing cerdas yang memaksa pertahanan Napoli melakukan kesalahan. Meskipun Napoli berhasil menyamakan kedudukan lewat sepakan voli Antonio Vergara di babak kedua, struktur pertahanan blok rendah (low block) yang diterapkan Como sukses meredam gelombang serangan Partenopei hingga peluit akhir.
- β’ Skor Waktu Normal: Napoli 1 - 1 Como 1907
- β’ Pencetak Gol: Baturina (39' Pen), Vergara (Napoli)
- β’ Skor Penalti: 6 - 7 (Sudden Death)
- β’ Momen Kunci: Save Jean Butez vs Lobotka (Penendang ke-7)
Drama 12 Pas: Ujian Syaraf
Babak adu penalti menjadi klimaks dari ketegangan malam itu. Kedua tim menunjukkan akurasi tinggi di lima penendang pertama, memaksa laga masuk ke fase sudden death. Di sinilah mentalitas berbicara. Ketika eksekutor keenam kedua tim sukses menunaikan tugas, beban jatuh pada penendang ketujuh.
Pemain Como dengan dingin menaklukkan kiper Napoli, Alex Meret. Sebaliknya, gelandang senior Napoli, Stanislav Lobotka, gagal menahan beban ekspektasi. Tembakannya berhasil dibaca dan ditepis oleh Jean Butez, memicu selebrasi liar kubu tamu. Kemenangan ini mengirim pesan kuat ke seluruh Italia: Como 1907 bukan lagi tim "Hore", melainkan pembunuh raksasa yang siap menantang Inter Milan di semifinal.
Bagi Napoli, ini adalah pukulan telak yang mengakhiri harapan trofi domestik mereka musim ini. Bagi Como, ini adalah validasi taktik modern Fabregas dan keberhasilan manajemen dalam membangun skuad yang kompetitif di level tertinggi. Semifinal menanti, dan mimpi untuk mengangkat trofi Coppa Italia kini terasa lebih nyata dari sebelumnya.



