PSIM Uji Konsistensi Lawan Dewa United: Modal Tiga Poin Perdana, tapi Tanpa Dua Legiun
Baca dalam 60 detik
- PSIM Yogyakarta menjamu Dewa United di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/11/2026) sore WIB, dengan misi mengubah kemenangan perdana menjadi tren positif.
- Dewa United datang sebagai tim peringkat kedua dengan 17 poin, sementara PSIM masih berkutat di posisi ke-15 dan belum diperkuat Ze Valente serta Mauro Caballero.
- Laga ini menguji kedalaman skuad PSIM di tengah sanksi Komdis PSSI, sekaligus menjaga peluang Dewa United menempel ketat Persija di puncak klasemen.

PSIM Yogyakarta akan menjalani laga krusial pekan kesembilan BRI Super League 2026/2027 saat menjamu Dewa United di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/11/2026) sore WIB. Bagi Laskar Mataram, duel ini bukan sekadar pertandingan biasa: mereka baru saja memetik kemenangan perdana musim ini dan kini dituntut membuktikan bahwa hasil itu bukan sekadar keberuntungan sesaat.
Kemenangan 2-1 atas Borneo FC pekan lalu menjadi titik balik yang dinanti PSIM setelah delapan pekan berjalan tanpa kemenangan. Tiga poin itu mengangkat moral skuad, tetapi juga memunculkan ekspektasi baru: konsistensi. Menghadapi Dewa United yang sedang berada di jalur juara, PSIM dihadapkan pada ujian sesungguhnya.
Secara klasemen, jurang antara kedua tim terlihat jelas. PSIM masih tertahan di urutan ke-15 dengan koleksi lima poin dari delapan lagaโsatu menang, dua imbang, lima kalah. Sementara Dewa United bercokol di peringkat kedua dengan 17 poin, hanya terpaut satu angka dari Persija Jakarta di puncak. Banten Warriors juga datang dengan modal kemenangan 2-1 atas Persija pekan lalu, hasil yang menegaskan kualitas mereka sebagai penantang serius gelar.
Namun, tantangan PSIM tidak hanya soal kualitas lawan. Dua legiun asing andalan, Ze Valente dan Mauro Caballero, masih menjalani hukuman larangan bermain dari Komite Disiplin PSSI. Absennya keduanya memaksa pelatih meracik ulang lini tengah dan depan, mengurangi opsi rotasi di saat tim justru butuh kekuatan penuh untuk mengejar poin.
Di sisi lain, Dewa United tampil sebagai tim yang lebih matang. Skuad asuhan pelatih mereka dihuni pemain berpengalaman dengan kualitas individu mumpuni, seperti Egy Maulana Vikri, Ivar Jenner, dan Sonny Stevens di bawah mistar. Kemenangan atas Persija menjadi bukti bahwa tim ini mampu tampil efektif dalam laga besar, baik saat menguasai permainan maupun ketika harus bertahan dan memanfaatkan peluang.
Rekor pertemuan kedua tim musim lalu memberi gambaran bahwa PSIM bukan tanpa peluang. Pada pertemuan pertama di Stadion Sultan Agung, 22 Oktober 2025, PSIM menang 2-0 lewat dwigol Nermin Haljeta. Namun, Dewa United membalas dengan kemenangan tipis 1-0 di Banten International Stadium, 3 April 2026, melalui penalti Alex Martins. Catatan ini menunjukkan bahwa faktor tuan rumah dan momentum bisa menjadi penentu dalam duel kali ini.
"Kemenangan atas Borneo FC memberi kami kepercayaan diri, tetapi kami sadar Dewa United adalah lawan yang berbeda. Kami harus tampil disiplin dan memanfaatkan peluang di depan pendukung sendiri," ujar seorang sumber internal PSIM, menggambarkan semangat skuad jelang laga.
Bagi PSIM, laga ini juga menjadi ajang pembuktian bagi para pemain pengganti. Tanpa dua legiun asing, kesempatan terbuka bagi pemain lokal untuk mengambil peran lebih besar. Jika mampu mencuri poin dari Dewa United, bukan hanya momentum yang terjaga, tetapi juga kepercayaan diri untuk keluar dari zona bawah klasemen.
Sementara itu, Dewa United memiliki agenda sendiri: menjaga tekanan terhadap Persija di puncak. Kemenangan di Bantul akan memperkokoh posisi mereka di jalur perburuan gelar, sekaligus memberi sinyal bahwa tim ini siap bersaing hingga akhir musim. Sebaliknya, kekalahan bisa membuka celah bagi pesaing lain untuk mendekat.
Pertanyaan besarnya: apakah PSIM mampu mengubah momentum kemenangan perdana menjadi tren positif, atau justru Dewa United yang kembali menunjukkan kelasnya sebagai tim papan atas? Jawabannya akan terlihat di Stadion Sultan Agung, Jumat sore nanti.



