Spalletti Tantang Juventus Konsisten di Eropa: Jangan Cuma Bersinar Lawan Napoli
Baca dalam 60 detik
- Juventus menang 2-0 atas Napoli di Serie A, tetapi Spalletti menuntut performa serupa di Europa League melawan AZ Alkmaar.
- AZ Alkmaar tak terkalahkan di kandang dalam 17 laga UEFA sejak Oktober 2023, menjadikannya ujian berat bagi Bianconeri.
- Spalletti menekankan pentingnya konsistensi dan rotasi pemain menjelang lawatan ke Fiorentina akhir pekan ini.

Juventus kembali ke jalur kemenangan di Serie A setelah menundukkan Napoli 2-0 pada Minggu (8/12/2024). Namun, bagi pelatih Luciano Spalletti, kemenangan itu baru berarti jika diikuti performa serupa di Europa League. Bianconeri akan menghadapi AZ Alkmaar di kandang lawan, Stadion AFAS, Kamis (12/12/2024) pukul 21.00 CET, dan Spalletti menegaskan timnya tidak boleh terlena.
“Kami menunjukkan sinyal positif melawan Napoli, tetapi itu harus dibangun, kalau tidak kami kembali ke titik nol,” ujar Spalletti seperti dikutip Sky Sport Italia. Pernyataan ini menegaskan bahwa konsistensi menjadi kata kunci di tengah jadwal padat dan badai cedera yang menerpa skuad.
Juventus saat ini memuncaki klasemen Europa League dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang 2-2 melawan Stade Rennais. Namun, catatan tersebut belum menghadapi ujian sesungguhnya. AZ Alkmaar dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan di kandang sendiri: mereka tidak pernah kalah dalam 17 pertandingan UEFA di kandang sejak Oktober 2023. Spalletti pun menyadari betul tantangan ini.
Absennya delapan pemain—Weston McKennie, Kenan Yildiz, Manuel Locatelli, Nico Gonzalez, Francisco Conceicao, Zeki Celik, Khephren Thuram, dan Kamil Grabara—memaksa Spalletti memutar otak. McKennie sebenarnya hanya mengalami masalah kebugaran dan diharapkan kembali akhir pekan ini, tetapi untuk laga melawan AZ, posisinya digantikan Pape Matar Sarr. “McKennie adalah pemain yang tahu cara menyerap mentalitas tim kuat, dia bertarung di seluruh lapangan,” puji Spalletti. “Sarr bermain malam ini dan kami ingin melihat apakah dia bisa mengulangi performa seperti saat melawan Tottenham.”
Spalletti juga menyoroti pentingnya rotasi menjelang lawatan ke Fiorentina di Serie A akhir pekan nanti. “Kami mengubah empat pemain malam ini, tetapi yang fundamental adalah mengulangi performa seperti melawan Napoli. Dari sini kami bisa tumbuh secara nyata,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa para pemain yang kembali dari cedera, seperti Juan Cabal dan Lloyd Kelly, harus membuktikan sikap yang benar.
“Kami tidak bisa datang ke sini dan berpikir untuk mengendalikan pertandingan. Kami perlu menaikkan level, menyadari pentingnya setiap aksi, dan mengulanginya secara konsisten. AZ Alkmaar punya identitas jelas, mereka tahu apa yang mereka inginkan. Juventus masih perlu memahami itu sepenuhnya.”
— Luciano Spalletti, pelatih Juventus
Menghadapi AZ Alkmaar, Juventus tidak bisa hanya mengandalkan modal kemenangan atas Napoli. Spalletti menuntut para pemainnya untuk tampil lebih agresif dan disiplin, terutama karena lawan memiliki rekor kandang yang impresif di Eropa. “Mereka sudah lama tidak kalah di sini, jadi kami butuh performa hebat,” tegasnya.
Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi para pemain pelapis. Dengan jadwal padat dan cedera yang mengintai, kedalaman skuad akan diuji. Spalletti berharap para pemain yang mendapat kesempatan bisa memanfaatkannya dengan maksimal, seperti yang dilakukan Sarr dan Alajbegovic. “Alajbegovic bekerja baik dengan tim, dia bisa mengoper dan menusuk ke dalam, menciptakan momen dari ketiadaan seperti yang kita lihat melawan Napoli,” ujarnya.
Bagi Juventus, laga di Alkmaar bukan sekadar pertandingan fase liga Europa League. Ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa kemenangan atas Napoli bukanlah kebetulan, melainkan awal kebangkitan. Jika gagal, Spalletti tidak segan menyebut timnya kembali ke titik nol. Sebaliknya, hasil positif bisa menjadi modal berharga untuk menghadapi Fiorentina dan sisa musim.
Pertanyaan besarnya: mampukah Juventus menjaga konsistensi di kompetisi Eropa, ataukah mereka hanya tim yang bersinar sesekali di Serie A? Jawabannya akan terlihat di Alkmaar nanti.



