John Herdman Diminta Tak Abaikan Tiga Pemain Lokal Jelang FIFA Matchday November
Baca dalam 60 detik
- Adam Alis, Irfan Jaya, dan Zanadin Fariz tampil menonjol di kompetisi domestik dan layak dipertimbangkan untuk skuad Garuda.
- Konsistensi di level klub, termasuk pengalaman di kompetisi Asia, menjadi pembeda ketiganya dari pemain lokal lain.
- Panggilan ini bisa menjadi sinyal bahwa pintu Timnas tetap terbuka bagi talenta dalam negeri di tengah derasnya naturalisasi.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menghadapi ujian seleksi jelang FIFA Matchday November 2026. Di tengah derasnya arus pemain naturalisasi dan diaspora, tiga nama lokal mencuat sebagai kandidat yang layak dipertimbangkan untuk memperkuat Skuad Garuda.
Mereka adalah Adam Alis (Persib Bandung), Irfan Jaya (Bali United), dan Zanadin Fariz (Persik Kediri). Ketiganya menunjukkan performa konsisten bersama klub masing-masing di BRI Super League 2026/2027, bahkan sebagian tampil di kompetisi Asia. Herdman disebut perlu memberi ruang bagi pemain lokal agar kedalaman skuad tidak hanya bergantung pada amunisi impor.
Adam Alis, 32 tahun, menjadi poros lini tengah Persib. Ia tidak hanya menguasai kompetisi domestik, tetapi juga dipercaya tampil di AFC Champions League 2 (ACL2) 2026/2027. Dari lima penampilan di ajang tersebut, empat di antaranya sebagai starter. Pengalaman bertarung di level elite Asia itu menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.
Di sektor sayap, Irfan Jaya menjelma menjadi senjata utama Bali United. Winger berusia 29 tahun itu telah menyumbang empat gol dan tiga assist dari delapan penampilan di liga, plus satu gol dan satu assist di League Cup. Catatan internasionalnya pun mentereng: enam gol dari 22 caps bersama Timnas Indonesia, termasuk saat Garuda berjuang di Kualifikasi Piala Asia 2023.
Sementara itu, Zanadin Fariz mewakili generasi muda. Gelandang 22 tahun itu selalu menjadi pilihan utama di lini tengah Persik Kediri. Dari delapan laga, ia hampir selalu bermain penuh dengan total 695 menit dan satu gol. Di League Cup, ia menambah 65 menit serta satu assist. Konsistensi di usia muda menjadi sinyal positif bagi regenerasi tim nasional.
"Pemain lokal punya peluang yang sama asalkan menunjukkan performa terbaik di klub. Kompetisi domestik dan Asia adalah panggung pembuktian," ujar seorang pengamat sepak bola nasional, menanggapi peluang ketiganya.
Konteks Indonesia: Seleksi Herdman kali ini menjadi sorotan karena publik sepak bola nasional kerap mempertanyakan keseimbangan antara pemain naturalisasi dan talenta lokal. Keputusan memanggil pemain dari BRI Super League akan menjadi sinyal bahwa jalur pembinaan dalam negeri tetap dihargai. Dampaknya bukan hanya pada kompetisi domestik, tetapi juga pada motivasi pesepak bola muda untuk menembus timnas.
Dengan jadwal FIFA Matchday yang kian dekat, Herdman dituntut cepat mengambil keputusan. Apakah ia akan memberi kesempatan kepada trio lokal ini, atau tetap mengandalkan nama-nama yang sudah mapan di kancah internasional? Jawabannya akan menjadi indikator arah kebijakan timnas dalam beberapa tahun ke depan.



