Bitcoin Kembali ke US$76.000, ETF Alami Arus Keluar US$430 Juta Akibat Tekanan Saham Teknologi
Baca dalam 60 detik
- Harga Bitcoin berhasil pulih ke level US$76.000 setelah sempat anjlok di bawahnya pada Kamis, meski dalam 24 jam masih terkoreksi lebih dari 5,3%.
- ETF spot Bitcoin di AS mencatat arus keluar bersih US$430,2 juta pada Kamis, dipicu oleh aksi jual di saham teknologi yang menekan selera risiko investor.
- Likuidasi posisi leveraged senilai US$1,26 miliar memperparah penurunan, sementara analis menyoroti lemahnya permintaan beli dari investor AS.

Bitcoin berhasil bangkit kembali ke level US$76.000 pada Jumat (6/11/2026) setelah sempat terperosok di bawah ambang tersebut pada sesi perdagangan Kamis di AS. Pemulihan ini terjadi di tengah gelombang penarikan dana dari exchange-traded fund (ETF) spot Bitcoin dan aksi jual besar-besaran di pasar saham teknologi yang mengikis selera risiko investor global.
Mata uang kripto terbesar itu masih tercatat melemah lebih dari 5,3% dalam 24 jam terakhir, meski akhirnya mampu mempertahankan level US$76.000. Indeks CoinDesk 20 (CD20) yang lebih luas juga terpangkas 6,28% pada periode yang sama, mencerminkan tekanan yang merata di seluruh pasar aset digital.
Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa ETF spot Bitcoin yang terdaftar di AS mengalami arus keluar bersih sebesar US$430,2 juta pada Kamis. Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) memimpin dengan penarikan US$199,9 juta, disusul iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock dengan US$105 juta. Arus keluar ini membalikkan arus masuk US$74,6 juta yang tercatat pada Rabu, sehingga total redemptions bersih sepanjang pekan hingga Kamis mencapai US$869,8 juta.
Tekanan jual di pasar kripto tidak lepas dari gejolak di Wall Street. Pada Kamis, indeks Nasdaq Composite ambles 5,5% dan S&P 500 melemah 4,3%. Analis dari FalconX dan GSR mengaitkan aksi jual tersebut dengan kekhawatiran bahwa kemenangan Demokrat dalam pemilu midterm dapat memperlambat pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI), yang pada gilirannya memunculkan keraguan terhadap imbal hasil investasi infrastruktur besar-besaran.
Penurunan semakin dalam akibat likuidasi paksa. Menurut data CoinGlass, dalam 24 jam terakhir sebanyak US$1,26 miliar posisi leveraged di pasar kripto terlikuidasi, dengan US$1,12 miliar di antaranya merupakan posisi long atau taruhan pada kenaikan harga. Simon-Peter Massabni, kepala pengembangan bisnis di broker XS.com, dalam komentar melalui surel menyatakan bahwa pasar saham yang berjatuhan turut menular ke kripto karena manajer aset "melikuidasi kepemilikan alternatif untuk memenuhi margin call dan mengurangi leverage portofolio."
"Manajer aset melikuidasi kepemilikan alternatif untuk memenuhi margin call dan mengurangi leverage portofolio," ujar Simon-Peter Massabni, kepala pengembangan bisnis XS.com.
Meski demikian, upaya pemulihan sebelumnya sudah menunjukkan kerapuhan. Selama rebound pada Rabu, open interest futures Bitcoin cenderung datar, sementara Bitcoin diperdagangkan dengan diskon di Coinbase dibandingkan Binanceโindikasi lemahnya permintaan beli dari investor AS. Hal ini menggarisbawahi bahwa kenaikan harga saat itu lebih didorong oleh sentimen jangka pendek ketimbang aliran dana yang solid.
Bagi investor Indonesia, dinamika ini menjadi pengingat bahwa pasar kripto domestik tidak sepenuhnya kebal terhadap gejolak global. Meskipun Bappebti mencatat pertumbuhan basis investor, arus keluar dari ETF AS dapat memengaruhi likuiditas dan volatilitas harga di bursa lokal. Apalagi, korelasi Bitcoin dengan saham teknologi AS cenderung menguat dalam situasi risk-off, sehingga sentimen dari Wall Street akan cepat merambat ke pasar dalam negeri.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada apakah arus keluar ETF berlanjut seiring musim laporan keuangan emiten teknologi dan perkembangan kebijakan AI di AS. Jika tekanan jual mereda dan data inflasi mendukung pelonggaran moneter, Bitcoin berpeluang menguji resistance berikutnya. Namun, jika likuidasi leveraged kembali terjadi, level US$76.000 bisa menjadi titik krusial yang menentukan arah pergerakan dalam beberapa pekan mendatang.



