Anker Solix S5000: Pembangkit Listrik Rumah 48 Jam, Harga Promo Rp39 Juta
Baca dalam 60 detik
- Anker merilis Solix S5000, pembangkit listrik portabel berkapasitas 5 kWh yang diklaim mampu memasok daya rumah hingga dua hari.
- Perangkat ini dibanderol USD2.499,99 dalam promosi peluncuran, lengkap dengan paket bonus senilai USD699 dan garansi harga 180 hari.
- Kehadiran Solix S5000 menandai langkah Anker memperluas bisnis dari power bank ke sistem energi rumah, berpotensi mengguncang pasar penyimpanan energi global.

Anker, produsen power bank yang dikenal luas, resmi meluncurkan Solix S5000, pembangkit listrik portabel berkapasitas 5 kWh yang diklaim sanggup menopang kebutuhan listrik rumah tangga hingga 48 jam. Perangkat ini menjadi sinyal ambisi Anker merambah segmen penyimpanan energi rumah yang selama ini didominasi pemain besar seperti Tesla dan Generac.
Dengan harga peluncuran USD2.499,99 (sekitar Rp39 juta), Solix S5000 menawarkan output AC hingga 4.500 watt dan mendukung pengisian cepat 4.500 watt pada tegangan 240V. Baterainya menggunakan sel LFP 314Ah yang diklaim memiliki masa pakai 15 tahun dan tahan hingga 10.000 siklus pengisian. Angka-angka ini menempatkannya di kelas atas pembangkit listrik portabel konsumen.
Promosi peluncuran berlangsung hingga 9 November 2026. Konsumen yang mendaftar sebagai subscriber sebelum hari peluncuran berhak atas paket benefit senilai USD699, mencakup charger Anker Prime, kabel fast-charging 240V, dan perpanjangan garansi dua tahun. Selain itu, Anker memberikan jaminan harga 180 hari serta bonus tambahan berupa hadiah atau diskon situs yang dapat diklaim hingga 15 November 2026. Anggota program AnkerCredits juga mendapat poin ganda untuk pembelian selama periode ini.
Langkah Anker ini bukan tanpa alasan. Permintaan global terhadap sistem penyimpanan energi rumah meningkat seiring seringnya pemadaman listrik akibat cuaca ekstrem dan ketidakstabilan jaringan di sejumlah negara. Di Amerika Serikat, misalnya, badai dan gelombang panas telah mendorong rumah tangga menginvestasikan pembangkit cadangan. Anker melihat celah di segmen portabel yang lebih terjangkau dibanding sistem terpasang permanen.
"Anker selama ini identik dengan power bank kecil, tetapi Solix S5000 menunjukkan mereka serius menggarap ekosistem energi rumah," ujar seorang analis teknologi konsumen yang tidak ingin disebutkan namanya.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran Solix S5000 berpotensi menjadi alternatif bagi daerah-daerah dengan pasokan listrik tidak stabil, terutama di kawasan terpencil atau wilayah rawan bencana. Namun, harga Rp39 juta per unit masih tergolong premium untuk konsumen rumahan Indonesia. Meski demikian, produk ini bisa menyasar segmen bisnis kecil, fasilitas kesehatan, atau kantor darurat yang membutuhkan cadangan daya andal.
Anker belum mengumumkan ketersediaan resmi Solix S5000 di Indonesia. Jika masuk, tantangannya adalah sertifikasi kelistrikan dan layanan purna jual. Sebagai catatan, Anker sudah memiliki distributor resmi di Indonesia untuk lini power bank, sehingga peluang ekspansi ke produk energi rumah tetap terbuka.
Ke depan, persaingan di segmen pembangkit listrik portabel akan semakin ketat. Anker harus membuktikan bahwa klaim 48 jam dan usia pakai 15 tahun benar-benar teruji di lapangan. Pertanyaannya, akankah konsumen global—termasuk di Indonesia—bersedia membayar mahal untuk kemandirian energi rumah tangga?



